Wakil Ketua DPRD Gianyar Desak PLN Tertibkan Kabel Listrik
Wakil Ketua DPRD Gianyar
PLN
Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati
Wisatawan
Bupati Gianyar
I Made Mahayastra
Kabel bergelantungan yang sering dimainkan monyet mengganggu estetika dan menimbulkan kekhawatiran wisatawan.
GIANYAR, NusaBali
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati, kritik pemasangan tiang listrik dan tiang provider tanpa pemberitahuan kepada pemilik tanah. Menurutnya, kondisi ini sering merugikan masyarakat karena mengganggu penataan lahan, menimbulkan persoalan ketika warga ingin memindahkan tiang namun dibebani biaya mahal. “Walaupun PLN adalah BUMN dan punya dasar hukum, bukan berarti boleh merugikan masyarakat. Ini tidak fair,” tegas Tjok Asmara di Puri Kantor Ubud, Minggu (16/11).
Politisi Partai Demokrat ini menilai semrawutnya kabel listrik dan tiang yang rendah menimbulkan risiko keselamatan, khususnya saat masyarakat memasang penjor. PLN dan provider seharusnya memahami titik-titik kabel bertegangan tinggi agar tidak membahayakan warga. “Kalau di depan rumah masyarakat itu kabel tegangan tinggi, seyogianya tiangnya dibuat lebih tinggi. Bali sangat kental adat dan budaya. Banyak ornamen keagamaan yang harus dipasang, jangan sampai keberadaan kabel justru mengancam keselamatan,” ujarnya.
Tjok Asmara mendorong pemerintah dan PLN memperluas program penanaman kabel bawah tanah seperti yang sudah diterapkan di Jalan Raya Ubud. “Kalau bisa, tidak hanya di Ubud tetapi di seluruh Bali. Keindahan wilayah akan jauh lebih baik jika kabel berada di bawah tanah,” katanya. Dia menambahkan, sudah sering menerima keluhan wisatawan terkait kabel semrawut, terutama di kawasan wisata Monkey Forest Ubud. Kabel bergelantungan yang sering dimainkan monyet mengganggu estetika dan menimbulkan kekhawatiran wisatawan. “Banyak wisatawan takut tersengat listrik. Ini harus diperhatikan serius oleh pemerintah,” ujarnya.
Tjok Asmara mengatakan, persoalan ini akan dibahas bersama legislatif dan eksekutif untuk merumuskan solusi, termasuk penguatan regulasi agar program penanaman kabel bisa berjalan lebih cepat dan terarah. “Program Bupati Gianyar I Made Mahayastra sudah mengarah ke penanaman kabel, khususnya di kawasan pariwisata. Ini perlu dukungan regulasi yang kuat,” tambahnya. Tjok Asmara berharap kejadian-kejadian terkait kabel dan tiang listrik ini menjadi momentum bagi PLN dan provider untuk melakukan pembenahan signifikan demi keamanan, estetika, dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan. 7 nvi
Komentar