nusabali

Uji Coba Layanan Bus Listrik Gratis untuk Wisatawan di Kawasan The Nusa Dua

Dukung Bali Bebas Emisi, Perkuat Citra Destinasi Nyaman

  • www.nusabali.com-uji-coba-layanan-bus-listrik-gratis-untuk-wisatawan-di-kawasan-the-nusa-dua

Jika minat wisatawan dan tenant tinggi, The Nusa Dua membuka peluang untuk mengganti shuttle konvensional secara bertahap dengan unit listrik

MANGUPURA, NusaBali
Kawasan The Nusa Dua di Kuta Selatan, Badung kini selangkah lebih maju dalam menghadirkan layanan mobilitas ramah lingkungan. Mulai, Kamis (13/11) malam, wisatawan dapat menikmati bus listrik gratis sebagai bagian dari layanan kawasan tanpa pungutan biaya alias gratis. Inisiatif ini menjadi gebrakan terbaru The Nusa Dua dalam memperkuat citra sebagai destinasi pariwisata yang nyaman, modern, dan berkelanjutan.

Uji coba bus listrik tersebut diluncurkan melalui kolaborasi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Kalista dan diresmikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bali I Kadek Mudarta, Direktur Utama Kalista Albert Aulia Ilyas, General Manager The Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika, serta Direktur Utama Xapiens Muhamad Nursahid.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan bahwa penggunaan bus listrik di dalam kawasan bukan hanya inovasi transportasi, tetapi upaya meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan maupun tenant. “Bus listrik ini menjadi bukti bahwa kami terus meningkatkan kenyamanan wisatawan dan tenant di dalam kawasan,” ujarnya saat di temui di The Nusa Dua pada, Kamis (13/11) malam.

Layanan bus listrik ini kata Dwiatmika mengikuti rute reguler shuttle kawasan dan akan terus berjalan selama masa uji coba hingga beberapa bulan ke depan, sembari menunggu kedatangan unit bus baru yang ditargetkan tiba pada Maret-April tahun depan. Saat ini The Nusa Dua juga telah mengoperasikan tiga shuttle reguler dan satu unit standby dengan lima kali perjalanan setiap hari. Uji coba bus listrik ini yang menjadi dasar evaluasi untuk menentukan kebutuhan tambahan armada dan pola layanan. 

Bus listrik yang melayani wisatawan di The Nusa Dua. -RIKHA 

Jika minat wisatawan dan tenant tinggi, Dwiatmika optimis pihaknya membuka peluang untuk mengganti shuttle konvensional secara bertahap dengan unit listrik. Namun beberapa shuttle non-listrik tetap dipertahankan untuk kebutuhan event besar. “Bus listrik yang diuji coba berkapasitas 14 penumpang. Untuk unit baru, kami memilih ukuran yang sedikit lebih kecil guna memudahkan manuver, terutama saat memasuki area lobi tenant yang memiliki ruang terbatas,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Kalista, Albert Aulia Ilyas, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung terwujudnya Bali Bebas Emisi. “Melalui inisiatif ini, Kalista mendorong pemanfaatan teknologi sebagai fondasi dalam menciptakan transportasi yang efisien dan berkelanjutan,” jelasnya. 

Albert menjelaskan jika bus listrik yang digunakan adalah unit Higer berukuran 7,5 meter memiliki kapasitas baterai 134 kWh dengan jarak tempuh sekitar 180 km pada pemakaian 80 persen. Uji coba di The Nusa Dua mencakup pengujian rute, ritase, dan pola operasional yang berbeda untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Bali. Operasional uji coba berlangsung sekitar satu bulan, dari pukul 09.00–22.00 Wita setiap hari. 

Namun sebelumnya, unit bus ini juga dikatakan telah diuji bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Trans Metro Dewata. Hasilnya menunjukkan performa positif dengan jarak tempuh lebih dari 7.500 km, efisiensi energi mencapai 2 km/kWh, penghematan biaya energi hingga 31 persen, serta pengurangan emisi sebesar 1.830 kg CO₂ atau sekitar 30 persen dibandingkan bus konvensional. Dia juga memastikan kesiapan sarana pendukung, termasuk perawatan armada. Infrastruktur fast charging yang sudah tersedia di kawasan ITDC semakin mempermudah operasional bus listrik tanpa perlu pembangunan fasilitas baru. Terlebih bus listrik yang disiapkan juga mendukung akses penyandang disabilitas, termasuk pengguna kursi roda. 

Unit ini mampu menampung dua kursi roda dan dapat disesuaikan mengikuti kebutuhan tenant atau wisatawan. “Dengan trial ini, mudah-mudahan kami bisa mendapatkan pola operasional yang paling sesuai dengan kebutuhan tenant dan kawasan. Intinya kami mengikuti pola operasional yang ditetapkan ITDC,” tegasnya. 7 ol3

Komentar