Musim Hujan, Ular Keluar Sarang Mangsa Ternak Warga
Petugas Damkar Buleleng Hampir Setiap Hari Evakuasi Ular dari Permukiman
SINGARAJA, NusaBali - Kemunculan ular di permukiman warga Kabupaten Buleleng kian marak belakangan ini. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng hampir setiap hari menerima laporan warga terkait evakuasi ular yang keluar dari habitatnya akibat genangan air di musim hujan.
Kasus terbaru terjadi Selasa (11/11) malam sekitar pukul 20.38 Wita, saat Regu 2 Pos Induk Damkar Buleleng menerima laporan dari Nyoman Widiantari, warga Jalan Pulau Obi Gang Bima, Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Warga melaporkan adanya ular piton besar yang masuk ke kandang dan melilit seekor entok yang sedang bertelur.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Pos Induk segera meluncur ke lokasi. Setelah melakukan upaya selama sekitar 8 menit, ular berhasil dievakuasi dengan aman dari kandang ternak.
Keesokan harinya, Rabu (12/11), Regu 2 Pos Kubutambahan kembali mengevakuasi ular di rumah Jro Nyarikan Putu Kerta, di Banjar Dinas Tegal, Desa Kubutambahan. Ular yang diduga berasal dari arah sungai itu masuk ke kandang ayam dan memangsa tiga ekor ayam milik warga. Proses penangkapan berlangsung sekitar 5 menit sebelum ular sepanjang 2,5 meter itu berhasil diamankan.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengatakan meningkatnya laporan evakuasi ular terjadi setiap awal musim hujan. Genangan air di habitat alami membuat hewan melata itu mencari tempat kering dan sumber makanan di sekitar pemukiman warga.
“Begitu musim hujan, habitat ular tergenang. Jadi keluar mencari mangsa, biasanya ternak warga. Laporannya hampir setiap hari kami terima,” ujar Arya Suardana, Rabu (12/11).
Menurutnya, sejak awal November hingga kini, Damkar Buleleng telah mengevakuasi tujuh ekor ular dari berbagai wilayah di Buleleng. Usai dievakuasi, ular-ular tersebut tidak dimusnahkan, tetapi dikembalikan ke habitat alaminya.
“Kami tidak memberantas ular karena mereka bagian dari keseimbangan ekosistem. Kalau ular habis, tikus bisa berkembang pesat. Jadi biasanya kami lepas ke lokasi jauh dari pemukiman,” jelasnya.
Arya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang memiliki ternak di dekat sungai atau area lembab. “Pastikan kandang ditutup rapat, jangan biarkan sisa makanan berserakan karena bisa mengundang mangsa ular seperti tikus. Kalau melihat ular, jangan panik dan segera hubungi petugas Damkar agar bisa kami tangani dengan aman,” pesan Arya Suardana.7 k23
Komentar