nusabali

Tak Ada Kebocoran Kapal Tanker Cinta Natomas

Evakuasi Limbah B3 Kembali Dilanjutkan

  • www.nusabali.com-tak-ada-kebocoran-kapal-tanker-cinta-natomas

SINGARAJA, NusaBali - Setelah sempat dihentikan sementara, proses evakuasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari kapal Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, kembali dilanjutkan.

Keputusan ini diambil setelah hasil pemeriksaan lapangan memastikan tidak ada kebocoran maupun tumpahan minyak dari kapal tersebut.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari KSOP Kelas IV Celukan Bawang, Pertamina EP Zona 11, PT Tenang Jaya Sejahtera, PT Pelindo Cabang Celukan Bawang, dan Polairud pada awal November lalu menggunakan Kapal Negara (KN) 50039. Hasil pemeriksaan itu kemudian dibahas dalam rapat klarifikasi bersama seluruh pihak terkait di Kantor KSOP Celukan Bawang.

Kepala KSOP Celukan Bawang, Taufikur Rahman menyebut hasil pengecekan menunjukkan kondisi perairan di sekitar FSO Cinta Natomas aman. “Berdasarkan hasil patroli Kapal Negara KN. 50039, kondisi di dalam oil boom bersih dan aman. Tidak ditemukan adanya lapisan minyak atau kebocoran dari FSO Cinta Natomas,” ujar Taufikur Rahman, Rabu (12/11).

Ia menjelaskan, cairan yang sempat terlihat di sekitar lokasi justru berada di luar batas oil boom dan bukan berasal dari aktivitas kapal. Hasil pemantauan lanjutan juga menunjukkan cairan tersebut menghilang beberapa jam kemudian tanpa meninggalkan residu atau bau minyak. “Kami memastikan aktivitas di FSO berlangsung normal dan sesuai prosedur keselamatan lingkungan. Dugaan tumpahan minyak berasal dari luar area oil boom,” lanjutnya.

Kegiatan di FSO Cinta Natomas merupakan proses pembersihan tangki penyimpanan (tank cleaning) yang dilaksanakan oleh PT Tenang Jaya Sejahtera atas nama PT Pertamina EP Zona 11. Aktivitas tersebut telah mendapat izin resmi dari KSOP Celukan Bawang dan berada di bawah pengawasan langsung petugas HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

Perwakilan Pertamina EP Zona 11, Eric Wibisono, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan laut selama kegiatan berlangsung. “Seluruh tahapan kegiatan dijalankan sesuai standar HSSE. Petugas kami selalu siaga di lokasi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina juga menyiagakan peralatan tanggap darurat tumpahan minyak (oil spill response equipment) dan rutin melakukan latihan bersama kontraktor pelaksana untuk memastikan kesiapan menghadapi situasi darurat. Sementara itu, PT Pelindo Cabang Celukan Bawang turut mendukung pengawasan aktivitas pelabuhan dan memastikan seluruh kegiatan di area perairan tetap sesuai prosedur, serta terus berkoordinasi dengan KSOP.

Sebagai tindak lanjut hasil rapat pada 3 November 2025, KSOP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng juga akan melakukan pengambilan sampel dan uji kualitas air laut (water sampling and testing) di sekitar area FSO untuk memastikan perairan tetap bersih dan tidak tercemar.7 mzk

Komentar