BKSDA Resmikan Asosiasi Kelompok Pelestari Penyu Bali
DENPASAR, NusaBali - Sebagai langkah memperkuat koordinasi antarkelompok pelestari penyu di seluruh Bali, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali meresmikan Asosiasi Kelompok Pelestari Penyu Bali (AKPPB) di KPP Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Rabu (12/11).
Pembentukan asosiasi ini menjadi tonggak penting bagi penguatan kelembagaan masyarakat pesisir dalam upaya pelestarian penyu yang berkelanjutan, berbasis kearifan lokal, dan semangat kolaborasi.
AKPPB terdiri dari 32 Kelompok Pelestari Penyu (KPP) yang tersebar di seluruh Bali.
Kepala Balai KSDA Bali Ratna Hendratmoko, menyampaikan bahwa terbentuknya AKPPB merupakan hasil proses panjang dari pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok pelestari penyu di Bali.
“Asosiasi ini adalah bukti nyata gerakan sosial (social movement) yang sangat penting karena berperan sebagai motor penggerak perubahan, advokasi, dan peningkatan kesadaran publik terhadap isu-isu konservasi keanekaragaman hayati dam kekompakan masyarakat pesisir Bali dalam menjaga kelestarian penyu. Melalui AKPPB, kita ingin memastikan kegiatan konservasi dan wisata edukasi penyu di Bali berjalan sesuai aturan perundangan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ratna Hendratmoko.
Pembentukan AKPPB telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0007593.AH.01.07.Tahun 2025, tanggal 17 September 2025, dan merupakan tindak lanjut dari Rapat Apresiasi Kelompok Pelestari Penyu se-Bali yang dilaksanakan BKSDA Bali pada 21 Januari 2025 di Denpasar.
Kegiatan peresmian ditandai dengan penyerahan SK dan Akta AKPPB, deklarasi bersama anggota asosiasi, penyerahan penghargaan, serta pelepasliaran tukik di Pantai Perancak, Jembrana, sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian penyu di Bali.
Ketua AKPPB Made Sukanta (TCEC Serangan) dalam sambutannya menegaskan komitmen seluruh anggota asosiasi untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas wilayah.
“Kami ingin AKPPB menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi seluruh kelompok pelestari penyu di Bali. Dengan satu wadah resmi, sinergi dengan pemerintah dan mitra konservasi akan semakin kuat, dan upaya pelestarian penyu akan lebih terarah,” ucapnya.
Pembentukan AKPPB juga diharapkan mampu memperkuat posisi masyarakat pesisir sebagai garda terdepan dalam menjaga populasi penyu dan ekosistem lautnya, sekaligus mempromosikan nilai budaya dan adat Bali yang menjunjung tinggi harmoni dengan alam. 7 adi
1
Komentar