Diskes Bali: Penerima CKG Lebih dari 30 Persen
Kabupaten/kota yang paling banyak mengakses layanan CKG adalah Denpasar, Badung, dan Gianyar.
DENPASAR, NusaBali
Dinas Kesehatan (Diskes) Bali mencatat penerima layanan cek kesehatan gratis (CKG) di Provinsi Bali lebih dari 30 persen.
“Sampai November ini dari target kita 1,5 juta sekarang sudah mencapai 500-an ribu, sudah mencapai 30 persen dari yang ditetapkan,” kata Kepala Diskes Bali I Nyoman Gede Anom saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 di Denpasar, Rabu (12/11).
Dari catatan Diskes Bali, masyarakat yang mendaftar sebagai penerima program sebanyak 597.007 orang terdiri atas 283.483 laki-laki atau 47,5 persen, dan 313.524 perempuan atau 52,5 persen.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 523.586 orang sudah dilayani dan sisanya sebanyak 72,224 orang masih dalam janji temu.
Gede Anom melihat jumlah ini termasuk melonjak tajam dibanding ketika awal program diluncurkan, sebab masyarakat semakin mengetahui adanya layanan CKG setelah masuk ke sekolah-sekolah.
Adapun kabupaten/kota yang paling banyak mengakses layanan ini adalah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar, sementara terendah Kabupaten Karangasem dan Jembrana.
Diskes Bali mengatakan dua kabupaten di ujung timur dan barat Bali itu menjadi terendah kuantitas penerimanya bukan karena kurangnya fasilitas kesehatan, sebab puskesmas sudah tersebar di sana, namun karena masyarakat mereka cenderung menerima layanan di Denpasar.
“Kami tetap meminta masyarakat ikut, kami mensosialisasikan rutin lebih gencar lagi, tapi ternyata yang KTP Karangasem dan Jembrana ini banyak pemeriksaannya di Denpasar, itu yang membuat rendah juga di sana,” kata Gede Anom.
Diskes Bali menemukan sejumlah penyakit yang dialami masyarakat sepanjang CKG, terdiri atas penyakit kardiovaskuler berupa hipertensi sebanyak 26.793 orang, obesitas (indeks masa tubuh) 21.872 orang, obesitas sentral (lingkar perut) 50.348 orang, aktivitas fisik kurang 102.923 orang, gula darah 295 orang, risiko stroke 4.412 orang, risiko jantung 411 orang, dan fungsi ginjal abnormal 91 orang.
Pada penyakit kanker ditemukan kanker usus atau kolorektal risiko tinggi sebanyak 3.392 orang, kanker paru risiko berat 243 orang, dan kanker rahim 154 orang.
Pada penyakit paru ditemukan tuberkulosis 2.153 orang, penyakit hati ditemukan risiko hepatitis 4.724 orang dan risiko fibrosis atau sirosis 71 orang, dan penyakit pada calon pengantin ditemukan anemia 758 orang.
Dalam peringatan HKN Ke-61 ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis ini. Apalagi sekarang tidak perlu lagi menunggu hari ulang tahun sebab terbuka kapan saja.
Dengan masyarakat mengikuti program ini, akan semakin cepat mengetahui langkah apa yang bisa dilakukan untuk penyembuhan atau pencegahan.
“Kalau tidak ada cek kesehatan tidak diketahui penyakitnya, maka dari itu ini bermanfaat. Ini adalah bagian penting dari tindakan-tindakan preventif yang harus dilakukan, biasanya orang baru sakit baru cek kesehatan, jadi jangan, kan sudah gratis,” ujar Sekda Dewa Indra. 7 ant
Komentar