nusabali

Fashion Show Retro Warnai Ramah Tamah Hari Pahlawan

  • www.nusabali.com-fashion-show-retro-warnai-ramah-tamah-hari-pahlawan

DENPASAR, NusaBali - Peringatan Hari Pahlawan yang digelar pada Rabu (12/11/2025) di Gedung Merdeka Denpasar dikemas dengan sentuhan seni dan sejarah melalui fashion show bertema retro perjuangan.

Fashion show menampilkan busana khas era 1940-1970 yang dipadukan dengan musik keroncong klasik.

Kegiatan yang digagas Dinas Sosial Kota Denpasar dengan tema Ramah Tamah Hari Pahlawan ini melibatkan berbagai pilar sosial, di antaranya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Persatuan Wanita Sosial (PWS), Karang Taruna, dan Forum Koordinasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (FKLKS). Kehadiran mereka menjadi wujud nyata sinergi lintas generasi dalam menanamkan nilai nasionalisme melalui seni dan ekspresi budaya.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, menjelaskan, fashion show bernuansa retro ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan simbol penghormatan terhadap semangat perjuangan para veteran. “Kita ingin menghadirkan suasana perjuangan melalui gaya busana dan musik masa itu. Retro adalah akumulasi waktu, dari pakaian adat perjuangan hingga gaya vintage tahun 70-an,” ujarnya.

Selain pertunjukan mode, acara ini juga dirangkaikan dengan launching Etalase Jendela Perjuangan, ruang pamer edukatif yang menampilkan pakaian dan atribut para veteran, sekaligus wadah bagi legiun veteran untuk berbagi kisah perjuangan kepada pelajar dan masyarakat. Etalase tersebut memanfaatkan Gedung Merdeka sebagai lokasi bersejarah yang pernah digunakan untuk kegiatan kesenian pada masa kolonial Belanda.

“Melalui etalase ini, kami ingin memperkenalkan kembali Gedung Merdeka sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Veteran juga akan rutin bercerita di sini, agar generasi muda bisa belajar langsung dari saksi sejarah,” tambah Laxmy.

Acara Ramah Tamah Hari Pahlawan tahun ini juga dimeriahkan dengan lomba video perjuangan bagi pelajar SMP, yang mengambil latar tempat bersejarah seperti Lapangan Puputan Badung dan rumah Kapten Japa. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kreatif agar anak muda mengenal nilai patriotisme dengan cara yang relevan dan menyenangkan. 7 mis

Komentar