Anom Gumanti Ingatkan Gunakan dengan Bijak
Bantuan Uang Hari Raya Rp 2 Juta Per KK
MANGUPURA, NusaBali - Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, mengapresiasi program bantuan hari raya keagamaan yang digagas oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.
Namun Anom Gumanti mengingatkan masyarakat agar program bantuan sosial sebesar Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK) digunakan dengan bijak.
“Ini program yang sangat baik. Saat terjadi inflasi pada hari besar keagamaan, pemerintah hadir memberikan solusi. Misi Bupati dan Wakil Bupati Badung ini sudah diterjemahkan dalam peraturan perundang-undangan dan dimasukkan dalam RPJMD,” ujar Anom Gumanti, Rabu (12/11).
Meski demikian, politisi PDIP asal Kuta ini mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan dana bantuan tersebut secara bijak sesuai peruntukan dan kebutuhan hari raya keagamaan. “Gunakanlah dana ini untuk ngrastiti bakti. Sebagai umat Hindu menjelang Galungan, ada banyak proses, ada Sugihan, Galungan, dan Kuningan. Ketika sebelum Galungan, pada hari Penampahan, apa-apa yang harus dilakukan untuk persiapan upakara. Gunakanlah untuk hal-hal yang memang menjadi kebutuhan keagamaan,” harap Anom Gumanti.
Di sisi lain, mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Badung itu juga menyoroti masih adanya sebagian kecil warga yang belum menerima bantuan karena belum melengkapi persyaratan administrasi. Ada pula masyarakat yang belum mengajukan berkas karena ragu apakah bantuan ini benar-benar akan terealisasi.
“Namanya masyarakat ada yang proaktif mengumpulkan syaratnya, ada juga yang sedikit acuh, karena mungkin berpikir, mungkinkah ini bisa keluar? Kadang-kadang ada yang seperti itu. Faktanya setelah program ini terealisasi, masih ada yang tercecer,” kata Anom Gumanti.
Anom Gumanti melanjutkan, karena sistem saat ini semuanya berbasis SIPD, tidak mungkin dilakukan perubahan dalam waktu dekat. Namun, menurutnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan pada tahun ini, kemungkinan besar baru bisa diakomodasi pada tahun anggaran berikutnya. “APBD 2026 segera akan diketok palu, jadi tidak mungkin angkanya akan berubah. Ini yang nanti akan kami komunikasikan dengan dinas terkait, terutama Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda,” kata Anom Gumanti. 7 ind
1
Komentar