SMAN Bali Mandara Jadi Sekolah Berasrama Rujukan Nasional, Dikunjungi Para Kasek Sekolah Rakyat
Lakukan Studi Tiru Sistem Pengasuhan dan Pembinaan Karakter Siswa
Konsep Sekolah Rakyat hampir sama dengan pola rekrutmen siswa SMAN Bali Mandara yang sejak berdiri tahun 2011 mengutamakan siswa dari keluarga kurang mampu
SINGARAJA, NusaBali
Eksistensi SMAN Bali Mandara (Smanbara) di Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng sebagai sekolah berasrama berprestasi di Bali kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Belasan Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Rakyat (SR) dari berbagai daerah di Indonesia, datang langsung belajar ke SMAN Bali Mandara untuk menggali sistem pengelolaan asrama dan pembinaan karakter siswa pada, Rabu (12/11).
Rombongan dipimpin Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Rakyat Tahap IA, Muhammad Jufrianto. Dalam kunjungannya, dia menyebut SMAN Bali Mandara telah lama dikenal sebagai sekolah rujukan nasional dalam pengelolaan sekolah berasrama (boarding school). “Kami datang dengan tujuan mulia, belajar dari sekolah yang sudah terbukti berhasil mengelola asrama dan siswa dari keluarga kurang mampu. Semua orang sudah tahu, SMAN Bali Mandara ini menjadi kiblat sekolah berasrama di Indonesia,” ujar Jufrianto.
Dia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program binaan Kementerian Sosial RI yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga miskin di kabupaten atau daerah tertinggal. Karena memiliki kesamaan sistem dengan boarding school, pihaknya ingin mencontoh pola pengelolaan yang diterapkan di SMAN Bali Mandara. “Banyak hal luar biasa yang kami lihat di sini. Kerapian asrama, karakter siswa, hingga sistem pembelajaran yang terstruktur seperti foundation dan preparing class. Ini semua akan kami adaptasi di sekolah kami,” ungkap Kasek SMA 27 Makassar ini.
Jufrianto menambahkan, kunjungan tersebut akan menjadi dasar penyusunan laporan kepada Menteri Sosial sekaligus bahan usulan agar SMAN Bali Mandara ditetapkan sebagai sekolah rujukan nasional untuk pengelolaan asrama Sekolah Rakyat. Sementara itu, Kasek SMAN Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati mengaku bangga sekolah yang dipimpinnya dijadikan tempat belajar oleh para kepala sekolah dari berbagai daerah.
“Ini kehormatan bagi kami. Artinya SMAN Bali Mandara sudah menunjukkan citra positif di dunia pendidikan nasional, khususnya dalam pengelolaan sekolah berasrama bagi anak-anak kurang mampu,” ujar Sri Narawati. Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat sejatinya sama dengan pola rekrutmen siswa SMAN Bali Mandara yang sejak berdiri tahun 2011, memang mengutamakan siswa dari keluarga kurang mampu. Kedatangan kepala sekolah menjadi momentum penting untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan siswa berasrama.
Meski demikian, Sri Narawati mengakui masih banyak keterbatasan fasilitas yang perlu dibenahi. “Saat ini kami masih kekurangan satu blok asrama untuk menampung tiga angkatan siswa. Sarana pendukung seperti tempat tidur, dapur, dan toilet juga perlu perbaikan dan penambahan,” ujar Narawati. Kendati dengan segala keterbatasan, SMAN Bali Mandara tetap menjadi simbol keberhasilan pendidikan berasrama di Bali. Sekolah yang berlokasi di Kubutambahan, Buleleng ini konsisten menorehkan prestasi, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga pembinaan karakter dan kemandirian siswa. 7 k23
1
Komentar