Macet Hantui Badung, Populasi Kendaraan Bermotor Hampir 2 Kali Jumlah Penduduk
MANGUPURA, NusaBali.com – Kemacetan jadi salah satu momok bagi Pemkab Badung lantaran berpengaruh besar terhadap citra pariwisata. Kemacetan di Gumi Keris tidak hanya terjadi di kawasan padat seperti daerah selatan, daerah utara pun memiliki titik kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung AAN Rai Yuda Darma menuturkan, kendaraan bermotor yang tercatat di Gumi Keris sekarang ini berjumlah 1.046.547 unit. Jumlah ini jauh lebih banyak dari populasi penduduk di Badung yakni 568.550 jiwa.
Sehingga, populasi kendaraan bermotor yang tercatat saja di Badung hampir dua kali lipat jumlah penduduk. Rai Yuda tidak menafikan kondisi ini cukup membuat personel Dishub kewalahan ketika bertugas di lapangan, apalagi di kawasan sibuk seperti Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan.
“Inilah kondisinya sehingga kerjaan kami di lapangan agak berat bersama kepolisian,” ujar Rai Yuda dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Badung di Puspem Badung, Senin (10/11/2025).
Rasio kepemilikan kendaraan bermotor di Badung pun lebih tinggi dari Provinsi Bali yang, kata Rai Yuda, mencatat sekitar 5 juta lebih kendaraan berbanding jumlah penduduk 4,4 juta jiwa. Untuk itu, di Badung terdapat sekitar 184 kendaraan per 100 penduduk, sedangkan di Pulau Dewata ada 113 kendaraan per 100 penduduk.
Meski kondisi lalu lintas di Badung jadi sangat padat karena populasi kendaraan ini, Dishub tetap berupaya hadir di titik-titik kemacetan bersama kepolisian. Kata Rai Yuda, pihaknya kini mempertebal pengamanan lalu lintas di Kuta Selatan seperti Simpang Siligita, Nirmala, dan Pecatu–Labuan Sait.
“Kami berlakukan tiga shift—pagi, siang, dan sore. Saat ini, kami cenderung memperkuat penebalan pengaturan dan penjagaan di simpang-simpang Kuta Selatan seperti Siligita, Nirmala, dan Pecatu,” tegas Rai Yuda. *rat
Komentar