Target Pendapatan RSUD Buleleng Turun
Dewan mengkhawatirkan penurunan pendapatan ini, justru akan mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat saat berobat ke RSUD Buleleng.
SINGARAJA, NusaBali
RSUD Buleleng salah satu lembaga yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), memasang target pendapatan Rp 210 miliar di tahun 2026 mendatang. Target yang dipasang ini pun menurun cukup drastis dari target tahun 2025 yang telah ditetapkan Rp 257 miliar.
Hal ini terkuak saat rapat kerja Komisi IV DPRD Buleleng dengan Dinas Kesehatan dan RSUD milik Pemkab Buleleng, Selasa (11/11). Anggota Komisi IV DPRD Buleleng Ni Kadek Turkini menanggapi penurunan target pendapatan sebesar Rp 47 miliar di tahun mendatang yang mengundang sedikit kekhawatiran. Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini pun mengkhawatirkan penurunan pendapatan ini, justru akan mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat saat berobat ke RSUD Buleleng.
“Kami sudah sampaikan tadi dengan pak Dirut RSUD Buleleng yang baru, pos-pos mana saja yang berpengaruh terhadap penurunan pendapatan ini. Harapan kami di DPRD, RSUD Buleleng harus maksimal dalam pelayanan, walaupun ada penurunan pendapatan. Karena ini menyangkut hidup orang banyak,” terang Srikandi PDI Perjuangan Buleleng ini.
Selain itu dia juga menyinggung beberapa kasus pelayanan di RSUD Buleleng agar terus dibenahi. Terutama pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menjadi pintu masuk RSUD Buleleng. Kedepannya dia pun mendukung penambahan kapasitas ruang ICU dan penyempurnaan fasilitas dan sarana prasarana mendukung. Sehingga kedepannya seluruh masyarakat Buleleng tercover pelayanan kesehatan tanpa terkecuali.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr Ketut Suteja Wibawa menyebut penurunan target pendapatan yang dipasang di tahun 2026, berdasarkan kajian pendapatan tahun berjalan. Dia menyebut untuk tahun 2025 dari target Rp 257 miliar, diperkirakan baru bisa tercapai 90 persen.
Hal ini disebabkan karena ada tren penurunan jumlah pasien rujukan yang diterima RSUD Buleleng. “Kalau rumah sakit memang sangat tergantung sekali dengan tindakan pasien. Disamping juga karena semakin banyaknya pilihan. Jadi fasilitas layanan kesehatan terus bertambah, otomatis juga berdampak ke RSUD Buleleng,” terang Suteja.7 k23
Komentar