nusabali

Adi Arnawa: Kuta Bisa Salip Sanur Kalau Bisa Atasi Kekumuhan

  • www.nusabali.com-adi-arnawa-kuta-bisa-salip-sanur-kalau-bisa-atasi-kekumuhan

MANGUPURA, NusaBali.com – Kondisi kawasan wisata Pantai Sanur, Denpasar dan Pantai Kuta, Badung kini bagai langit dan bumi. Satu terlihat asri dan nyaman sedangkan yang satu lagi tampak kumuh dan terus dihantui abrasi.

Perbandingan kondisi jauh berbeda antara dua wisata pantai andalan Bali ini pun sempat jadi perbincangan publik di media sosial. Karena di satu sisi menayangkan video pedestrian Pantai Sanur yang asri, nyaman, dan tertata, sementara di sisi lain memperlihatkan pedestrian Pantai Kuta yang rusak dan tampak kumuh.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, Pantai Kuta harus berubah dan berbenah secara kolaboratif dengan dukungan semua pihak. Ia meyakini, daya tarik wisata lawas di Bali selatan ini bisa lebih baik dari Sanur jika memang mau berbenah.

“Pantai Sanur sekarang, saya dengar, okupansi hotelnya sudah mulai bagus, karena apa? Wisatawan di sana merasa nyaman. Sedangkan, Kuta kan tidak jauh beda. Malahan Kuta kalau ditata dengan bagus, mungkin akan mengalahkan Sanur,” kata Adi Arnawa.

Hal tersebut disampaikan Bupati ketika menjawab pertanyaan pewarta terkait kondisi Pantai Kuta pasca abrasi baru-baru ini yang menyebabkan fasilitas mendasar bagi para pedestrian rusak—usai menyerahkan bantuan uang Hari Raya Galungan di Desa Sangeh, Abiansemal, Badung, Senin (10/11/2025).

“Itu semua tidak akan bisa jalan kalau hanya pemerintah tanpa dukungan semua stakeholder, termasuk masyarakat Kuta, Desa Adat Kuta—terutama dalam hal mengatasi kekumuhan ini dulu,” tegasnya, didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.

Adi Arnawa menuturkan, pemerintah tidak tinggal diam ketika Pantai Kuta abrasi dan fasilitas pedestrian di dalam kawasan pantai turut terdampak. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida, kata Bupati, sudah bergerak menambah pasir pantai untuk melebarkan sempadan pesisir dan meminimalisir ancaman abrasi.

Kemudian, mulai 2026, Bupati mengatakan pemerintah bakal menata kawasan pedestrian Pantai Kuta, sekaligus membuat interkoneksi kawasan pesisir dari Kelurahan Tuban, Kuta hingga Desa Pererenan, Mengwi. Nah, kata Bupati, saat ini masyarakat setempat dapat ambil bagian dalam menjaga pantai agar tidak kumuh.

“Semua ini perlu dukungan, tidak bisa pemerintah saja. Ya, terutama dagang-dagang ini. Mohon maaf sekali, kita tahu bahwa memang warga kita perlu juga pendapatan—tapi kan tidak boleh kita mengeksploitasi ruang kita dengan seenaknya,” ungkap Adi Arnawa.

Menurut Bupati Badung asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini, pemanfaatan ruang Pantai Kuta untuk berjualan saat ini sudah kebablasan yang mahalan membuat pantai menjadi kumuh. Ke depan, kata dia, perlu ada penataan di mana ruang dimanfaatkan secara proporsional agar wisatawan tidak meninggalkan Kuta.

“Oleh karena itu, kalau kita mau mengembangkan Kuta, ayo kita sama-sama,” tandasnya. *rat

Komentar