TPS3R Panji Jadi Wisata Edukasi, Akademisi Undiksha Ajak Ubah Cara Pandang terhadap Sampah
SINGARAJA, NusaBali - Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, kini tak lagi identik dengan tumpukan limbah.
Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), menjadikan tempat tersebut menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan.
Gagasan ini lahir dari tim dosen Undiksha di bawah pimpinan Dr Nyoman Dini Andiani, lewat program bertajuk ‘Transformasi TPS3R sebagai Destinasi Wisata Edukasi Berbasis Eco Edu Village Tourism’. Program ini menjadi bagian dari kerjasama Undiksha dan Pemerintah Desa Panji, yang fokus pada pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis pengelolaan sampah.
TPS3R Panji kini jadi ruang belajar terbuka. Ibu rumah tangga, anak-anak, dan pemuda desa terlibat aktif mengelola limbah sekaligus menyambut wisatawan yang datang. “Transformasi TPS3R tidak hanya soal pengelolaan limbah, tetapi tentang mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah—dari sesuatu yang tidak berguna menjadi potensi wisata dan edukasi yang bernilai,” ujar Dini, Senin (10/11).
Di lokasi itu, pengunjung bisa melihat langsung teknologi pengolahan sampah organik dan anorganik, mulai dari proses daur ulang plastik hingga pembuatan pupuk kompos. Undiksha juga menyalurkan mesin pengolah plastik jenis TTE dan HDPE yang menghasilkan produk seperti tempat pensil dan souvenir ramah lingkungan. Beberapa komposter turut dibagikan kepada Pokdarwis dan pengelola homestay agar pengelolaan limbah bisa berjalan berkelanjutan.
Tak hanya soal lingkungan, Undiksha juga membantu memperkuat sisi budaya dan atraksi wisata. Lewat program Pengabdian kepada Desa Binaan (PDB) Kemenristek, para pemuda desa mendapat peralatan dan busana tradisional untuk pertunjukan budaya yang ditampilkan saat menyambut wisatawan.
“Kami ingin pariwisata di Desa Panji tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tapi juga membawa nilai edukasi dan keberlanjutan. Ini bukti nyata bahwa kampus bisa berdampak langsung bagi masyarakat,” tambah Dini yang juga akademisi di bidang pariwisata ini.
Kini, Desa Panji punya konsep wisata unik. Wisatawan diajak menjelajahi desa, ikut memungut sampah, belajar berkebun, hingga mengunjungi homestay ecovillage untuk melihat proses pemilahan dan pembuatan kompos oleh ibu-ibu setempat. Sebagai pembuka, mereka akan diajak mengunjungi Monumen Bhuana Kerta dan disambut permainan tradisional Goak-goakan khas Buleleng.7 mzk
Komentar