nusabali

Antisipasi Banjir, Dinas PUPR Normalisasi Tukad Mati

  • www.nusabali.com-antisipasi-banjir-dinas-pupr-normalisasi-tukad-mati

MANGUPURA, NusaBali - Menjelang puncak musim hujan pada Januari-Februari 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung terus memperkuat langkah mitigasi banjir.

Salah upayanya yakni melakukan normalisasi Tukad Mati.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra, mengatakan saat ini proses pengerukan sudah mencapai sekitar 130 meter dari titik trash rake di jembatan. Total panjang alur Tukad Mati sendiri mencapai 1,7 kilometer hingga ke muara di kawasan Loloan.

“Untuk sedimentasi memang tidak semua ruas kita kerjakan, tapi kita pilih-pilih titik yang paling parah. Sekarang sudah 130 meter, kami targetkan pada Desember nanti sudah bergerak ke selatan, di sekitar jembatan Patih Jelantik hingga belakang Kantor Camat Kuta,” ujar Gung Rama pada Senin (10/11) pagi.

Dia menegaskan, sesuai instruksi Bupati dan Wakil Bupati Badung, normalisasi Tukad Mati sudah dilakukan sejak Juli lalu, bahkan sebelum terjadinya banjir rob pada September. Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi bencana menghadapi musim penghujan. Untuk mempercepat proses pembersihan, pihaknya akan menambah dua unit amphibi pada Desember mendatang.

“Sekarang kita sudah punya dua alat amphibi. Nanti akan ada penambahan dua lagi, jadi total empat unit. Penambahan ini akan mengoptimalkan pengerukan sedimen di sepanjang alur sungai,” katanya.

Selain fokus pada normalisasi, Dinas PUPR Badung juga menyiagakan seluruh mesin pompa di titik-titik strategis seperti di kawasan Arjuna, Dewi Sri, dan Kartika Plaza. Menurut Gung Rama, seluruh pompa tersebut berfungsi dengan baik dan diuji setiap hari untuk memastikan kesiapan menghadapi curah hujan tinggi.

“Semua pompa dalam kondisi siap. Bahkan setiap hari dioperasikan selama 15 menit untuk memastikan fungsinya optimal. Kapasitas satu pompa bisa menyedot hingga 1.600 meter kubik air per jam,” jelasnya.

Gung Rama berharap upaya terpadu antara pengerukan sedimen dan kesiapan pompa dapat meminimalkan risiko genangan maupun banjir saat hujan deras melanda wilayah Kuta dan sekitarnya. “Kendalanya sejauh ini tidak ada, semua dukungan teknis lancar. Semoga semuanya aman, tidak sampai ada banjir saat hujan deras,” harapnya. 7 ol3

Komentar