29 Peserta Ikuti Kursus Pelatih Lisensi D Nasional
GIANYAR, NusaBali - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali bersama Bali United kembali menggelar kursus kepelatihan lisensi D di Bali United Training Center, Gianyar. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan dari 8-13 November itu diikuti oleh 29 peserta dari seluruh Indonesia.
Ketua Asprov PSSI Bali, I Ketut Suardana, mengapresiasi konsistensi Bali United dalam memfasilitasi peningkatan kualitas pelatih di Tanah Air. Dia menilai, kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam mendorong desentralisasi pembinaan sepak bola sesuai arahan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. "Transformasi sepak bola nasional saat ini berjalan dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional. Karena itu, kita memerlukan banyak pelatih berkualitas untuk menciptakan pemain hebat," ujar Suardana.
Menurutnya, minat pendaftar kali ini sangat tinggi. Namun, untuk menjaga efektivitas dan kualitas pelatihan, peserta dibatasi agar program berjalan lebih fokus dan eksklusif. Kursus kali ini dibimbing oleh dua Coach Educator berpengalaman yaitui I Gde Mahatma Dharma yang merupakan Asisten Pelatih Bali United dan Anak Agung Ketut Bramasta yang merupakan Asisten Pelatih Perseden Denpasar. Keduanya dipercaya memberikan pengalaman dan wawasan berharga kepada para calon pelatih. "Kami berharap para instruktur mampu menularkan ilmu dan pengalaman terbaik mereka, sehingga peserta dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan sepak bola Indonesia,” tambah Suardana.
Diakuinya, Bali United Training Center kini tercatat sudah enam kali menjadi tuan rumah program lisensi kepelatihan PSSI, baik untuk pelatih pria, pelatih wanita, instansi militer, maupun empat gelombang kursus lisensi D yang diinisiasi oleh Bali United sendiri. "Dengan komitmen yang berkelanjutan, Bali United terus berperan aktif dalam membangun fondasi sepak bola Indonesia yang lebih profesional dan berprestasi di masa depan," ungkapnya
Adapun peserta yakni sebanyak 29 orang dari berbagai daerah mengikuti kursus ini, mulai dari kabupaten di Bali, Banyuwangi, Jember, Lombok, hingga Sumatera Utara. Program berlangsung selama enam hari, dari 8 hingga 13 November 2025, dengan kombinasi sesi teori dan praktik di lapangan. Pada hari pertama, peserta menerima materi pengenalan seputar filosofi sepak bola, prinsip mengajar dan melatih, serta praktik pemanasan (warming up).
Mereka juga mempelajari konsep Goal of Filanesia, filosofi sepak bola Indonesia yang menekankan kerja sama tim dan teknik dasar melalui pertandingan 11 vs 11, 7 vs 7, dan 4 vs 4. "Selama enam hari pelatihan, para peserta akan dibekali materi teori dan praktik kepelatihan modern untuk memperkuat kemampuan analisis, komunikasi, dan kepemimpinan di lapangan," tutupnya. 7 dar
Komentar