nusabali

Jalan Timuhun-Selisihan Rusak Parah

  • www.nusabali.com-jalan-timuhun-selisihan-rusak-parah

Ruas Jalan Timuhun–Selisihan sudah masuk prioritas perbaikan melalui APBD Perubahan 2025 sebesar Rp 400 juta.

SEMARAPURA, NusaBali
Jalan Desa Timuhun–Desa Selisihan di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, rusak parah. Jalan menanjak tajam dan berliku ini penuh lubang dalam dan berlumpur. Truk pengangkut pasir dan pick up pengangkut sampah sering terjebak di tanjakan. Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki sebelum menimbulkan korban. Pantauan di lokasi, Senin (10/11), sejumlah kendaraan tampak kesulitan menuruni jalan karena di depannya ada lubang cukup dalam. Demikian juga kendaraan yang hendak naik, sangat kesulitan melintas. 

Satu unit pick up ditarik menggunakan tali sebagai penahan agar tidak terguling. Jalan yang sempit, rusak berat, dan tanpa drainase memadai membuat badan jalan cepat terkikis air hujan. Perbekel Desa Selisihan, Nengah Sucitra, mengatakan warga sudah lama mengeluhkan kerusakan jalan. “Mobil pengangkut sampah dari Desa Selisihan sering tidak bisa lewat. Kadang harus ditarik warga pakai tali sebagai penahan agar tidak terguling saat melewati lubang besar dan jalan licin,” ujarnya. 

Menurutnya, akses tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama warga Desa Selisihan menuju Desa Timuhun dan sebaliknya. “Kalau hujan, jalan seperti kubangan dan licin. Warga sering jatuh karena jalan menanjak dan berlumpur,” ungkap Sucitra. Anggota DPRD Klungkung, I Wayan Buda Parwata, mengatakan jalan ini merupakan jalur alternatif penting setelah jalan Bangbang (Bangli)–Karangasem sempat putus beberapa waktu lalu. “Sejak arus kendaraan dialihkan ke sini, beban jalan meningkat dan kondisi kerusakan makin parah. Kami sudah sampaikan keluhan masyarakat ini ke Dinas PUPRPKP Klungkung. Informasinya sudah masuk tahap kontrak untuk segera diperbaiki tahun ini,” ungkap Buda Parwata.

Kadis PUPRPKP Klungkung, I Made Jati Laksana, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, ruas Jalan Timuhun–Selisihan sudah masuk prioritas perbaikan melalui APBD Perubahan 2025 sebesar Rp 400 juta. “Statusnya jalan kabupaten. Kami fokus memperbaiki ruas yang paling rusak dulu dengan harapan anggaran itu bisa mengcover seluruh titik yang mendesak untuk diperbaiki,” jelasnya. Warga berharap, perbaikan dapat segera terealisasi agar akses antardesa kembali lancar dan aktivitas warga, termasuk pengangkutan sampah serta distribusi berbagai barang ke kedua desa, tidak lagi terganggu. 7 k24

Komentar