Undiksha Bangkitkan Kembali Seni Kriya Gerabah Bali
Pelatihan ini tak sekadar pelestarian, tetapi juga transformasi seni tradisi agar relevan dengan pasar modern.
SINGARAJA, NusaBali
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja berupaya menghidupkan kembali seni kriya gerabah Bali melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Astha Dewata Craft di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Program ini merupakan wujud kolaborasi kampus dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.
Program yang diketuai oleh Dr I Gusti Agung Ayu Wulandari SPd MPd ini digelar sejak Oktober hingga November 2025. Kegiatan melibatkan kelompok pengrajin WK Gerabah Desa Kapal bersama sekaa teruna-teruni (generasi muda desa) yang kini kembali tertarik menekuni kriya gerabah.
“Pelatihan ini tak sekadar pelestarian, tetapi juga transformasi seni tradisi agar relevan dengan pasar modern,” ujar Wulandari, Minggu (9/11).
Menurutnya, inovasi desain berbasis nilai budaya mampu menjadikan gerabah Bali tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di sektor ekonomi kreatif. “Inilah bentuk konkret revitalisasi warisan budaya yang berdampak ekonomi,” imbuhnya.
Program Astha Dewata Craft mengusung filosofi Astha Dewata merujuk pada delapan manifestasi Dewa sebagai simbol harmoni dan keseimbangan alam semesta. Konsep ini diwujudkan lewat delapan motif baru yang dikembangkan peserta di bawah bimbingan Prof Dr I Wayan Mudra MSn. Motif tersebut kemudian diaplikasikan pada produk fungsional dan dekoratif seperti kendi, paso, vas, dan hiasan dinding.
Selain pelatihan desain, para peserta juga mendapat pembekalan manajemen usaha kreatif dari Dr Gst Ayu Ketut Rencana Sari Dewi SE MSi untuk memperkuat literasi keuangan, strategi branding, dan pemasaran modern. Pelatihan media digital turut difasilitasi oleh Dr Wulandari, mencakup promosi melalui media sosial, pembuatan katalog digital, hingga teknik fotografi produk sederhana.
Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek itu membuahkan hasil delapan desain baru. Delapan desain baru itu memadukan unsur tradisi dengan estetika modern, sekaligus menaikkan nilai jual produk gerabah Desa Kapal.
Puncak kegiatan ditandai dengan Pameran Seni Kriya ‘Astha Dewata Craft’, yang menampilkan karya-karya inovatif hasil pelatihan. Setiap produk memperlihatkan perpaduan indah antara filosofi budaya Bali dan desain kontemporer, menjadi simbol kebangkitan seni kriya tradisional di era ekonomi kreatif.
“Kami ingin Desa Kapal dikenal bukan hanya sebagai desa gerabah, tetapi sebagai desa kreatif yang melestarikan budaya sambil menumbuhkan ekonomi masyarakat,” tambah Wulandari.7 mzk
Komentar