nusabali

‘Mesin’ NasDem Tak Kenal Musim

Siap Berkompetisi dengan Parpol Besar di Bali

  • www.nusabali.com-mesin-nasdem-tak-kenal-musim

DENPASAR. NusaBali - Ketua DPW Partai NasDem Bali, I Nengah Senantara memandang positif dinamika terbaru di tubuh dua partai besar di Bali, Yakni PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.

Kembalinya Wayan Koster menahkodai DPD PDIP Bali untuk kali ketiga kalinya (Hattrick) dan naiknya Gede Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai Ketua DPD I Golkar Bali dinilainya sebagai keputusan internal yang layak dihormati. Senantara menegaskan NasDem tidak merasa tertekan dengan dua figur kuat di dua partai besar ini.

Senantara menyebut setiap partai tentu memiliki kalkulasi sendiri. Ia menilai rekam jejak Koster selama dua periode sebagai Gubernur Bali menjadi salah satu alasan kuat PDIP mempertahankannya. “Kalau saya sendiri sebagai Ketua DPW Partai NasDem, saya anggap positif semua, karena tentu masing-masing partai mempunyai pertimbangan tertentu. Seperti PDI Perjuangan Bali, dengan rekam jejak Pak Wayan Koster, tentu juga menjadi pertimbangan. Kenapa stay sampai tiga periode? Itu juga luar biasa buat saya,” ujar Senantara ditemui di sela-sela rangkaian perayaan HUT ke-14 Partai NasDem di kantor NasDem Bali di Jalan Cok Agung Tresna No 25, Dangin Puri Klod, Denpasar. 

Ia juga menilai penunjukan Demer yang punya reputasi sebagai ‘caleg digdaya’ dengan rekor lima kali tidak pernah tumbang dalam lima Pemilu legislatif (Pileg) berturut-turut merupakan pertimbangan strategis dari Golkar. “Yang kedua tentu Pak Demer yang menakhodai Golkar sekarang, ini juga pertimbangan DPP partai masing-masing. Kita tidak masuk ke ranahnya menilai seperti apa, tetapi yang jelas itu yang terbaik bagi partai masing-masing,” ucapnya.

Ditanya apakah kehadiran dua tokoh ini menjadi tantangan bagi NasDem, Anggota DPR RI asal Dapil Bali yang lolos dengan 51.565 suara pada Pileg 2024 ini menegaskan partainya tidak melihatnya sebagai tekanan. Ia menggambarkan relasi antarpartai di Bali sebagai ruang sosial yang cair. 

“Saya pikir Partai NasDem itu selalu mengedepankan harmonisasi. Siapapun pemimpin partai di Bali, itu adalah saudara kita, itu adalah teman kita. Dan tentunya nanti pada saat berkompetisi barangkali ada perbedaan pilihan, itu tidak menjadi persoalan buat Partai NasDem,” katanya seraya menjelaskan berkompetisi menurutnya hal biasa, bukan alasan untuk menegangkan urat.

Soal strategi menghadapi dominasi PDI Perjuangan dan Golkar, Senantara memilih menempatkan NasDem pada jalur yang ia sebut sebagai kedekatan yang nyata dengan masyarakat. Baginya, kinerja politik bukan tentang menunggu momentum, melainkan rutinitas yang konsisten. “Yang kita lakukan itu selalu mendekatkan diri kepada masyarakat. Menunjukkan bahwa NasDem hadir untuk kepentingan masyarakat, bukan hal-hal yang lain,” tuturnya.

Politisi asal Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini menegaskan mesin politik NasDem Bali tidak bekerja musiman. Ia menyebut konsolidasi internal dan eksternal sudah berjalan sejak lama dan tidak menunggu momentum tertentu. “Partai NasDem tentu sesuai dengan slogannya, ‘Gerakan Perubahan, Restorasi Indonesia.’ Di internal sendiri pun melakukan hal yang sama. Nah di eksternal juga kita melakukan hal yang sama. Kegiatan untuk konsolidasi ke masyarakat terus kita lakukan. Tidak berhenti karena event-event tertentu, terus kita lakukan,” tuturnya.

Apakah ada tekanan dengan hadirnya dua tokoh yang kenyang pengalaman politik secara nasional ini terhadap Partai NasDem Bali ke depannya? Senantara menjawab tidak ada tekanan apa pun dengan munculnya dua tokoh besar di PDI Perjuangan dan Golkar Bali tersebut. “Nggak ada. Kalau saya katakan NasDem selalu mengedepankan kekeluargaan, persahabatan, dan pertemanan. Semua orang yang ada di Bali, semua partai yang ada di Bali, itu adalah sahabat kita untuk membangun Bali,” tukas Senantara.

Terkait kaderisasi, ia menyebut NasDem bergerak ke arah yang sama dengan partai lain dalam merangkul generasi muda. Sebagai contoh NasDem menggelar Pendidikan Politik pada 8 November dalam rangkaian HUT Partai NasDem ke-14. Kegiatan itu, katanya, melibatkan banyak mahasiswa dari luar kader sebagai bentuk upaya merangkul generasi muda. “Nah itu menunjukkan bahwa kita juga berjuang. Berjuang ke arah generasi Gen Z,” tandasnya.

Menjelang tahun politik 2029, Senantara menegaskan NasDem Bali sudah menyiapkan ritme kerja yang tidak bergantung kalender elektoral. Ia memastikan kerja NasDem Bali tidak berpatokan pada kalender-kalender politik. “Partai Nasdem, khususnya Bali di bawah komando saya tidak mengenal waktu. Secara rutin, kapan waktunya dan dimana tempatnya kita selalu turun ke masyarakat, turun ke bawah,” pungkasnya. Ia ingin memastikan satu pesan sederhana tersampaikan yakni NasDem Bali ada, hadir, dan siap menjadi pilihan masyarakat Bali. 7 tr

Komentar