nusabali

Bupati Gus Par Normalisasi 51 Sungai

  • www.nusabali.com-bupati-gus-par-normalisasi-51-sungai

AMLAPURA, NusaBali - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par berupaya menormalisasi 51 sungai di Karangasem. Namun, agenda itu mulai dilaksanakan secara bertahap.

"Tentu saja, menormalisasi sungai atas seizin Balai Besar Wilayah Sungai," jelasnya kepada NusaBali di sela-sela acara car free day (CFD) di Jalan Veteran Amlapura, Minggu (9/11).

Normalisasi sungai yang tengah berjalan, di Sungai Betel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, langsung dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai, disertai memasang batu bronjong di tepian sungai agar tidak menimbulkan banjir. Sungai itu  panjang 14.000 meter, tetapi hanya di bagian yang dekat pemukiman dinormalisasi, dengan panjang batu bronjong 79 meter.

Sedangkan normalisasi sungai yang tengah dikerjakan, menyasar Tukad (sungai) Mantri berbiaya Rp 398,69 juta, anggaran dari APBD Karangasem 2025  dikerjakan 75 hari. Tukad Mantri yang berhubungan langsung ke laut. Selama ini air laut sering naik karena terjadi pendangkalan sehingga perlu dinormalisasi.

Tukad Mantri di Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem panjang 7.600 meter. Selain melakukan pengerukan sedimen juga pembangunan senderan di kanan dan kiri sungai. Nelayan setempat nantinya lebih leluasa menambatkan jukung.

Di Karangasem ada 51 sungai tersebar di delapan kecamatan. Sungai terpanjang Tukad Bubu panjang 19.000 meter, disusul Tukad Daya panjang 16.300 meter, Tukad Luah panjang 15.400 meter Tukad Bungbung 14.100 meter, Tukad Krekuk panjang 14.00 meter,  Tukad Nyuling 13.00 meter, Tukad Linggah 12.00 meter, dan yang lainnya.

Pentingnya normalisasi sungai, katanya, untuk mengurangi risiko banjir, dengan meningkatkan kapasitas penampungan air, mencegah erosi, menjaga kualitas air dan memelihara ekosistem sungai, serta mendukung kelancaran irigasi pertanian.

Di samping itu, tambah Gus Par, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengatakan, normalisasi Sungai Betel di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, karena belakangan sebagai penyebab banjir. Air dari Sungai Betel meluap, sehingga menggenangi pemukiman di Banjar Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis dan Banjar Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, sempat merendam 13 rumah.

"Walau telah dinormalisasi, ternyata pemasangan batu bronjong masih kurang. Dari celah itulah air kembali meluap sempat menimbulkan banjir. Rencananya ada penambahan pemasangan batu bronjong," kata Ida Ketut Arimbawa.

Batu bronjong panjang 79 meter, sebagian posisinya relatif rendah hendaknya ditinggikan lagi hingga mencapai 57 meter agar air sungai tidak meluap.7k16

Komentar