nusabali

Bupati Satria Targetkan Kapasitas Listrik di Nusa Penida hingga 30 MW

  • www.nusabali.com-bupati-satria-targetkan-kapasitas-listrik-di-nusa-penida-hingga-30-mw

Energi Baru Terbarukan sudah diinisiasi sejak tahun 2023 dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Banjar Karangsari, Desa Suana.

SEMARAPURA, NusaBali
Keterbatasan pasokan listrik masih menjadi tantangan serius di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Daya listrik yang tersedia saat ini hampir sama dengan daya yang terpakai sehingga pemadaman bergilir masih kerap dilakukan. Bupati Klungkung I Made Satria menargetkan kapasitas listrik di Kecamatan Nusa Penida hingga 30 MW. Menurutnya, Pemkab Klungkung sedang gencar menarik investasi besar ke Nusa Penida. Maka ketersediaan tenaga listrik harus memadai.

Bupati Satria menargetkan kapasitas listrik di Nusa Penida bisa mencapai 30 megawatt (MW). Pasokan listrik 30 MW mampu memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan pariwisata dan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan itu. Dia menegaskan komitmennya untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan Nusa Penida. “Kami ingin ke depan tenaga listrik di Nusa Penida didominasi EBT sehingga penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan dapat dikurangi secara bertahap,” jelasnya, Minggu (9/11). 

Menuju energi baru terbarukan sudah diinisiasi sejak tahun 2023 dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Banjar Karangsari, Desa Suana. Pembangunan di lahan seluas 4 hektare. PLTS ini menghasilkan daya antara 3,5 MW hingga 4 MW. Tahun depan, Bupati Satria memastikan pembangunan akan diperluas melalui kerja sama dengan Indonesia Power untuk menambah kapasitas listrik secara bertahap setiap tahun. Pihak ketiga juga mulai tertarik berinvestasi setelah Pemkab Klungkung aktif mengkampanyekan konsep ‘Nusa Penida Green Island’ yang sejalan dengan pengembangan green tourism. “Kami optimis kebutuhan listrik yang kini terus melonjak dapat terpenuhi, terutama dari sumber energi ramah lingkungan,” kata Bupati Satria.

Sebelumnya, Manager PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Bali Timur, Imadya Nareswari, mengatakan sistem kelistrikan di Nusa Penida masih dalam kondisi terbatas. Menurutnya, beban puncak listrik di wilayah ini telah mencapai 15,9 MW pada pertengahan Oktober 2025, tertinggi sepanjang tahun ini. Kapasitas total yang dapat disalurkan ke Nusa Penida baru sekitar 17,06 MW, setelah adanya tambahan tujuh unit genset mobile dengan total 0,8 MW. Sebagai upaya antisipasi, sejak awal Oktober 2025 PLN kembali menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan mencegah risiko pemadaman total (blackout). 

Bupati Satria targetkan menghadirkan kapasitas listrik hingga 30 MW menjadi sejalan dengan proyeksi PLN UP3 Bali Timur. Jika terealisasi, sistem kelistrikan Nusa Penida akan lebih andal dan berkelanjutan, mendukung pengembangan kawasan wisata hijau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Pemkab Klungkung maupun PLN sepakat memperkuat sinergi dengan swasta dan investor EBT untuk mempercepat transisi energi di Nusa Penida. “Nusa Penida bukan hanya destinasi wisata, tapi juga bisa menjadi contoh nyata transisi energi bersih di wilayah kepulauan,” ujar Bupati Satria. 7 k24

Komentar