nusabali

Walikota Tinjau Pembangunan Rumah Singgah dan Pura

Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Sentuh Kebutuhan Masyarakat

  • www.nusabali.com-walikota-tinjau-pembangunan-rumah-singgah-dan-pura

DENPASAR, NusaBali - Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara turun langsung meninjau progres pembangunan sejumlah fasilitas publik dan pura di Kota Denpasar, Jumat (7/11).

Titik yang dikunjungi meliputi pembangunan rumah singgah di Jalan Gatot Subroto VI, Pura Tambang Badung di Jalan Gunung Merapi, Pemecutan, serta Pura Samuan Dalem Sakenan.

Hadir dalam kegiatan ini para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Denpasar. Monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan secara bergiliran untuk memastikan seluruh program pembangunan pemerintah dipantau secara merata. 

“Kami tidak bisa turun ke lapangan hanya sekali untuk mengecek program pemerintah, maka dari itu kami bagi. Sebelumnya memantau sekolah, sekarang giliran meninjau fasilitas masyarakat. Seperti Pura Tambang Badung, sebagian besar pangemponnya warga Denpasar, jadi kami pastikan pengerjaannya berjalan baik,” ujarnya.

Monitoring diawali di pembangunan rumah singgah yang difungsikan sebagai tempat perlindungan sementara bagi masyarakat korban kekerasan. Walikota Jaya Negara menegaskan pentingnya kehadiran fasilitas ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan.

“Rumah singgah ini disiapkan bagi masyarakat yang mengalami kekerasan. Jika korban anak-anak, mereka akan ditampung, dididik, dan mendapat konseling sampai kondisi keluarga membaik. Jika sudah damai, kasus akan ditindaklanjuti melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar,” tutur Walikota Jaya Negara.

Dia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur publik harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. “Kami ingin semuanya lengkap, ada sekolah, jalan, pura, hingga rumah singgah untuk pemberdayaan masyarakat. Ini upaya agar seluruh kebutuhan masyarakat Denpasar bisa terlayani,” katanya.

Walikota Jaya Negara juga menyoroti penyesuaian desain fasilitas rumah singgah agar lebih efektif dan ramah pengguna. “Tadinya satu kamar hanya satu pintu, sekarang kami buat dua agar bisa dibedakan antara kamar laki-laki dan perempuan. Detail seperti ini penting agar fungsinya maksimal,” ujarnya.

Dari hasil peninjauan, progres pembangunan rumah singgah telah mencapai 52 persen dan Pura Tambang Badung 82 persen. Walikota Jaya Negara mengapresiasi dukungan masyarakat, khususnya para pangempon pura, yang ikut mengawasi jalannya proyek. “Kami ucapkan terima kasih kepada pangempon pura dan masyarakat yang turut membantu mengawasi. Kalau ada perbedaan kecil dalam pengerjaan seperti genteng, asalkan modelnya seragam, tidak masalah. Yang penting kualitasnya baik,” tegasnya.

Walikota Jaya Negara menekankan seluruh proyek pembangunan yang ditinjau ditargetkan rampung sesuai kontrak. “Kami ingin memastikan seluruh proyek bisa selesai tepat waktu dan segera memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan kerja sama semua pihak, target ini bisa kita capai,” ucapnya.

Walikota Jaya Negara mengaku sangat terbantu dengan adanya masukan masyarakat melalui media sosial yang kerap memviralkan kondisi proyek di lapangan. “Artinya mereka ikut berpartisipasi karena merasa memiliki. Ini sebuah anugerah, karena lebih baik mereka menyampaikan masukan ketimbang diam jika melihat ada masalah,” jelasnya.

“Jadi pengawasan terhadap proyek di Kota Denpasar tidak hanya dari tim pengawas pemerintah, tetapi masyarakat juga turut memberikan kontribusi besar dalam mengawasi jalannya program pembangunan,” tutur Walikota Jaya Negara. @ mis

Komentar