nusabali

Gerindra Denpasar Tolak Ketum Projo Budi Arie

  • www.nusabali.com-gerindra-denpasar-tolak-ketum-projo-budi-arie

DENPASAR, NusaBali - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Denpasar menolak rencana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke Partai Gerindra. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC Gerindra Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra alias Gus Yoga, di Denpasar, Jumat (7/11).

Kata Gus Yoga, Gerindra merupakan partai yang terbuka bagi masyarakat dari berbagai lapisan, namun keterbukaan itu harus disertai ketulusan dan integritas, bukan karena kepentingan sesaat atau momentum politik. “Gerindra memang partai politik terbuka, namun dengan catatan harus berdasarkan niat tulus dan integritas. Gerindra adalah partai kader yang lahir dari pengorbanan. Pengkaderannya berjalan berjenjang, sistematis, dan berlandaskan ideologi perjuangan. Bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba karena kepentingan,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini menegaskan bahwa Gerindra harus dijaga sebagai rumah perjuangan, bukan ‘rumah singgah politik’ bagi mereka yang hanya datang ketika partai tengah berada di posisi kuat. Ia menilai, menjaga marwah partai berarti menjaga integritas dan arah perjuangan para pendiri Gerindra.“Partai Gerindra dibangun dengan darah kesetiaan, bukan dengan tawaran kekuasaan. Menjaga marwah, ideologi, serta tradisi perjuangan partai adalah harga mati,” ujar ujar Gus Yoga.

Ia menambahkan, para kader Partai Gerindra tumbuh melalui proses panjang, dengan semangat pengorbanan dan loyalitas terhadap garis perjuangan partai. Karena itu, figur-figur yang baru datang ketika partai sedang berjaya tidak sejalan dengan semangat perjuangan yang telah dibangun sejak awal. “Ibarat menaiki anak tangga, setiap kader melewati proses yang tidak instan. Jadi tidak sepatutnya ada yang tiba-tiba datang hanya karena melihat partai ini berada di puncak kekuasaan. Gerindra bukan tempat berteduh bagi penumpang kemenangan,” tegasnya.

Sementara Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partai berlambang kepala Garuda itu merupakan partai yang bersifat terbuka. Merespons ketua umum organisasi relawan Projo, Budi Arie yang ingin bergabung dengan Gerindra, Muzani menegaskan. Gerindra adalah partai yang menerima keanggotaan dari mana saja. Yang penting, kata dia, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk masuk ke partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu. “Yang penting, satu, sudah berumur 17 tahun ke atas. Yang kedua, dia WNI,” kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (4/11).

Jika memenuhi syarat-syarat itu, dia menyebut Gerindra bisa menerima siapapun. Apalagi, kata dia, Budi Arie merupakan sosok yang sudah dikenali oleh publik.

Meski begitu, dia mengaku sejauh ini belum bertemu dengan Budi Arie. Di sisi lain, dia pun belum berbicara dengan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra terkait wacana bergabungnya Budi Arie. Saya belum ketemu Presiden sejak ada berita ini,” kata Ketua MPR RI itu. 

Sementara Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/11), menilai Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum DPP Gerindra tidak akan mudah terkecoh dengan manuver politik Projo atau Budi Arie Setiadi. Menurut Erizal, langkah Budi Arie mengubah logo Projo agar tidak lagi menampilkan siluet wajah mantan Presiden Joko Widodo hanyalah strategi politik agar diterima dalam lingkar kekuasaan Prabowo. 7mao,ant

Komentar