nusabali

Disdik Gianyar Cairkan Ongkos Jahit Seragam Sekolah

  • www.nusabali.com-disdik-gianyar-cairkan-ongkos-jahit-seragam-sekolah

Jika ongkos jahitnya di bawah Rp 330.000, kelebihan dana harus dikembalikan ke kas daerah.

GIANYAR, NusaBali
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan mencairkan bantuan ongkos jahit seragam sekolah bagi peserta didik baru SD negeri dan SMP negeri Tahun Ajaran 2025/2026. Bantuan ongkos jahit Rp 330.000 per orang ditransfer langsung ke rekening Simpanan Pelajar (Simpel) siswa. Plt Kadis Pendidikan Gianyar, Wayan Mawa, mengatakan bantuan ini sekaligus melengkapi pemberian kain seragam sekolah yang telah didistribusikan sebelumnya. 

Mawa menjelaskan, dana Rp 330.000 untuk menjahit dua stel pakaian lengkap (atasan dan bawahan) serta satu baju seragam tambahan. “Pemkab Gianyar membantu ongkos jahit pakaian sebesar Rp 330.000 untuk meringankan beban orang tua siswa,” ujar Mawa, Kamis (6/11). Dia menjelaskan, penarikan dana dilakukan bertahap sesuai jadwal dari BPD Bali karena jumlah penerima mencapai belasan ribu siswa. Orang tua siswa diperbolehkan memilih penjahit mana pun sesuai kebutuhan. Namun, jika biaya jahit melebihi Rp 330.000, selisihnya menjadi tanggungan orang tua siswa. 

Sebaliknya, jika biaya jahit lebih rendah, maka sisa dana wajib dikembalikan ke kas daerah. “Jika ongkos jahitnya di bawah Rp 330.000, kelebihan dana harus dikembalikan ke kas daerah,” tegas Mawa. Kebijakan bantuan kain dan ongkos jahit memiliki dua tujuan strategis yakni memastikan seragam dapat dibuat sesuai ukuran tubuh anak serta menggerakkan ekonomi lokal dengan memberdayakan penjahit di Gianyar. Sehingga uang bantuan tetap berputar di Gianyar.

Dinas Pendidikan Gianyar bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) telah melakukan sosialisasi dan meminta orang tua siswa segera melapor ke sekolah jika mengalami kendala. Orang tua siswa, Ni Wayan Eka, mengaku sangat terbantu dengan bantuan kain seragam sekolah dan ongkos jahit. “Kami orang tua merasa sangat terbantu. Terima kasih kepada Pemkab Gianyar,” ujar Eka. 

Program seragam gratis yang digulirkan Pemkab Gianyar juga membawa berkah bagi penjahit lokal. Program ini menghidupkan kembali usaha para penjahit yang sempat lesu akibat maraknya konveksi besar. Salah satunya dialami pasangan suami istri Putu Astra, 68, dan Desak Made Taman, 65, penjahit lawas asal Banjar Palak, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh. Setelah puluhan tahun bertahan, mereka sempat nyaris pensiun karena sepi orderan. Kini, berkat program seragam gratis, keduanya kembali sibuk menerima pesanan. 7 nvi

Komentar