nusabali

Dewan Soroti Puing Pembongkaran Pantai Bingin Kotori Pesisir, Satpol PP Sebut Karena Dorongan Air Hujan

  • www.nusabali.com-dewan-soroti-puing-pembongkaran-pantai-bingin-kotori-pesisir-satpol-pp-sebut-karena-dorongan-air-hujan

MANGUPURA, NusaBali.com – Puing sisa pembongkaran bangunan liar di Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung mengotori tebing dan pesisir. Tempat yang pernah menawarkan salah satu titik paling indah di Bali itu kini tampak terbengkalai dan kumuh.

Puing bangunan seperti pecahan beton, rangka baja, kayu, sampai bebatuan menutupi tebing dan sebagian tertimbun pasir di bibir Pantai Bingin. Pemandangan ini terekam kamera warganet dan tersebar di media sosial, Kamis (6/11/2025).

Kondisi ini pun mendapat perhatian Anggota Komisi I DPRD Badung I Made Tomy Martana Putra dalam rapat kerja bersama Satpol PP Badung dan sejumlah instansi mitra di lingkungan Pemkab Badung. Ia mendesak Satpol PP yang bertanggung jawab atas proyek penertiban ini segera mengambil langkah.

“Banyak laporan dari masyarakat bahwa puing-puing itu tertimbun di pasir. Nah, itu bagi saya pribadi merupakan preseden buruk bagi pariwisata kita,” ujar Tomy.

Selain puing sisa pembongkaran yang masih berserakan, kata Tomy, akses menuju bibir pantai yang biasa dimanfaatkan komunitas olahraga bahari seperti Bingin Boardriders juga terdampak. Tomy yang juga putra Desa Pecatu ini meminta agar akses komunitas dan wisatawan ke Pantai Bingin dipulihkan dan ditata kembali.

Penataan akses menuju Pantai Bingin pasca eksekusi pembongkaran dinilai penting untuk menjaga kehidupan dan daya tarik pantai. “Sekarang akses ke pantai pun tidak ada, padahal Pantai Bingin ini primadona. Saya tidak mau usaha teman-teman (komunitas) di Bingin ini berimbas,” tegas Tomy.

Tomy meminta Satpol PP, minimal puing yang membuat kumuh pemandangan pantai itu dibersihkan. Kemudian, akses jalan yang rusak seperti tangga dapat diperbaiki sebelum masuk ke proyek penataan besar-besaran yang dijanjikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

“Okelah, masalah penataan dan master plan itu bisa belakangan saja karena itu jangka panjang, tidak harus ujug-ujug. Tapi, kasihan warga di sana. Saya harap pembersihannya dipercepat,” lanjut politisi muda dari Fraksi Golkar DPRD Badung ini.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara menuturkan, puing sisa pembongkaran yang mengotori pantai diakibatkan dorongan air hujan dari atas tebing. Akibat arus air di lereng tersebut, puing yang sudah diangkat ke atas menjauhi pesisir mengalami erosi ke dasar tebing yakni bibir pantai.

“Memang kemarin itu kami sudah tarik-tarik ke atas, kadang-kadang ada air pasang, kemudian ditambah lagi dorongan air hujan, turun lagi ke pantai. Padahal itu bukan menguruk di pasir,” tegas Suryanegara.

Satpol PP Badung juga mengakui bahwa masa sewa ekskavator untuk pembongkaran sudah habis dan menyisakan tenaga manual. Penyewaan ekskavator direncanakan dilakukan kembali dan akan mulai beroperasi setelah ada persetujuan perubahan pergeseran anggaran pekan ini.

Suryanegara memastikan, puing-puing sisa pembongkaran akan digeser dengan ekskavator ke tempat yang lebih aman dari erosi akibat dorongan air hujan. Begitu juga selanjutnya akan menyusul proses perbaikan akses turun ke Pantai Bingin.

“Terkait tangga akses juga sudah kami bantu dengan tangga sementara dari pintu masuk pohon beringin dan eks Morabito. Tetapi, kami akan mengirim tenaga manual besok untuk memperbaiki tangganya,” beber Suryanegara. *rat

Komentar