Bank Mandiri Taspen Catat NPL 0 Persen, Wamen UMKM Apresiasi Kinerja Penyalur KUR di Bali
Fokus Salurkan KUR Super Mikro di Bali
DENPASAR, NusaBali.com - Kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Mandiri Taspen menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga Oktober 2025, bank yang berfokus pada nasabah pensiunan dan pelaku usaha mikro ini mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) 0 persen dengan tingkat kelancaran mencapai 99,9 persen.
Capaian tersebut diungkapkan Kepala Divisi Consumer Business & Recovery Bank Mandiri Taspen, Mohamad Razif, dalam Rapat Koordinasi Penyaluran KUR 2025 Regional Jawa II, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT, yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gedung Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Bali, Kamis (6/11/2025).
“Sampai Oktober 2025, kami sudah menyalurkan KUR kepada 2.431 debitur baru dengan total penyaluran mencapai Rp135 miliar, di mana 94 persen di antaranya disalurkan ke sektor perdagangan,” ujar Razif.
Ia menjelaskan, dominasi sektor perdagangan terjadi karena batas plafon pinjaman internal Mandiri Taspen maksimal Rp50 juta, yang membuat penyaluran lebih banyak mengarah ke segmen super mikro. Meski demikian, pihaknya berencana memperluas jangkauan ke sektor produktif tahun depan.
“Tahun 2026 kami akan mulai menyalurkan KUR kecil di atas Rp100 juta, sehingga lebih banyak menyentuh sektor produksi,” imbuhnya.
Razif menambahkan, penyaluran KUR Mandiri Taspen saat ini baru dilakukan di wilayah Bali, namun ke depan tidak menutup kemungkinan ekspansi ke provinsi lain.
“Alhamdulillah, NPL kami 0 persen, semua debitur tergolong lancar. Hanya ada sekitar lima debitur dengan sedikit keterlambatan nominal pembayaran, tapi tetap tergolong lancar secara sistem,” jelasnya.
Razif juga mengakui masih ada tantangan dalam memperluas akses KUR, terutama bagi debitur yang sudah memiliki pinjaman di bank lain atau telah menerima KUR lebih dari dua kali. “Idealnya, untuk pelaku usaha kecil yang tetap membutuhkan tambahan modal kerja, ada relaksasi agar mereka tetap bisa mendapat pembiayaan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, yang memimpin rapat koordinasi tersebut, memberi apresiasi kepada lembaga penyalur KUR, termasuk Bank Mandiri Taspen, atas kontribusinya dalam mendukung program pemerintah mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Penyalur KUR adalah pejuang kemanusiaan. Di tangan bapak-ibu semua, nasib masyarakat bisa berubah — dari yang tadinya tangan di bawah menjadi tangan di atas,” ujar Helvi.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan perbankan agar penyaluran KUR semakin tepat sasaran dan memperkuat sektor produksi.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami gandeng berbagai pihak, termasuk OJK, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem KUR,” tegasnya.
Wamen Helvi juga menyoroti perlunya peningkatan literasi keuangan dan pendampingan hukum bagi pelaku UMKM. Ia menyebut, Kementerian UMKM telah bekerja sama dengan Ikatan Kantor Akuntan Indonesia (IKAI) dalam sosialisasi literasi keuangan dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) untuk memberikan bantuan hukum bagi pelaku usaha penerima KUR.
“Kami ingin memastikan dana KUR yang disalurkan benar-benar produktif, aman secara hukum, dan mampu menaikkan kelas pelaku UMKM,” tutupnya.
Rakor Penyaluran KUR 2025 ini juga dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta sejumlah bank pelaksana KUR di kawasan Bali, NTB, NTT, dan Jawa Timur.
Komentar