Tak Ada Kebocoran, Evakuasi Limbah B3 Kapal Cinta Natomas Dilanjutkan
SINGARAJA, NusaBali - Proses evakuasi endapan minyak berupa limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari kapal Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas yang bersandar di dermaga curah Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, kembali dilanjutkan.
Kegiatan ini sempat dihentikan beberapa hari lalu karena adanya kekhawatiran kebocoran setelah kapal tanker tersebut mengalami kemiringan sekitar 3–5 derajat. Namun, hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan tidak ada indikasi kebocoran dari kapal tersebut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, mengatakan kegiatan bongkar limbah B3 telah kembali dilanjutkan setelah dilakukan pembahasan bersama instansi terkait.
“Kegiatan bongkar limbah B3 kembali dilanjutkan karena tidak ditemukan kebocoran pada kapal Cinta Natomas. Namun demikian tetap memperhatikan soal K3 dan melaporkan progres setiap kegiatan,” jelas Taufik, Rabu (5/11).
Ia menegaskan agar seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi tetap mengedepankan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menghindari potensi bahaya selama proses berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama KSOP Celukan Bawang, Pertamina, serta PT Tenang Jaya Sejahtera selaku pelaksana kegiatan.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa sebelum dilakukan tank cleaning, pihak terkait wajib melakukan mitigasi risiko dengan memasang oil boom di sekitar kapal untuk mengantisipasi jika terjadi ceceran minyak.
“Tidak ditemukan ceceran minyak sekitar kapal, namun demikian kami minta agar Pertamina mengambil sampel air untuk memastikan bahwa dugaan tumpahan minyak tidak bersumber dari Kapal Cinta Natomas,” tandasnya.
Sebelumnya, KSOP Celukan Bawang sempat meminta agar proses evakuasi dihentikan sementara karena posisi kapal yang miring dianggap berisiko. Setelah dilakukan peninjauan dan penilaian ulang, kapal dinyatakan stabil dan aman untuk melanjutkan kegiatan bongkar limbah.7 mzk
Komentar