nusabali

Komisi IV Soroti Status Guru Kontrak dan Fasilitas Kesehatan di Kuta Selatan

  • www.nusabali.com-komisi-iv-soroti-status-guru-kontrak-dan-fasilitas-kesehatan-di-kuta-selatan

MANGUPURA, NusaBali - Komisi IV DPRD Badung menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung pada Selasa (4/11).

Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan penting, mulai dari nasib ratusan guru kontrak yang belum diangkat menjadi PPPK hingga keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah Kuta Selatan.

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, didampingi anggota Wayan Joni Pargawa, Nyoman Sudana, dan Ni Luh Putu Sekarini. Hadir pula Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana serta Kadiskes Badung dr Made Padma Puspita beserta jajaran.

Usai rapat, Graha Wicaksana menjelaskan bahwa pihaknya menyoroti persoalan 394 guru kontrak di bawah naungan Disdikpora yang belum naik status menjadi PPPK. Menurutnya, sebagian besar guru tersebut gagal mengikuti seleksi PPPK karena masa kerja mereka belum mencapai dua tahun sesuai ketentuan. “Banyak guru kontrak belum memenuhi syarat masa kerja. Selain itu, dalam formasi seleksi juga tidak tersedia kuota untuk guru bahasa daerah atau Bahasa Bali,” ujarnya.

Graha Wicaksana melanjutkan, Komisi IV bersama Disdikpora sepakat akan berkonsultasi dengan Kementerian Pendidikan untuk mencari solusi agar para guru tersebut tidak kehilangan pekerjaan. “Kami ingin mengetahui apakah pemerintah daerah bisa mengeluarkan diskresi atau kebijakan khusus agar mereka tetap bisa mengabdi,” ucap politisi PDIP asal Kuta ini.

Selain masalah tenaga pendidik, Komisi IV juga meminta perhatian terhadap kondisi infrastruktur pendidikan. Berdasarkan hasil peninjauan, beberapa sekolah mengalami kerusakan, seperti plafon yang jebol. “Dari rencana Disdikpora, tahun 2026 akan ada 22 sekolah yang diperbaiki, sementara 10 sekolah lainnya masih ditunda,” jelas Graha Wicaksana.

Sedangkan di sektor kesehatan, Komisi IV menilai pelayanan di Kecamatan Kuta Selatan masih minim karena hanya memiliki satu Puskesmas. Pihaknya mendorong pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pecatu dan Tuban agar pelayanan bisa lebih dekat dengan masyarakat. “Kami berharap layanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat langsung di wilayahnya,” harap Graha Wicaksana.

Tak hanya itu, Graha Wicaksana juga menyinggung pentingnya percepatan operasional RSUD Giri Asih dan RSUD Suwiti di wilayah Badung utara. “Dua rumah sakit ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami mendorong agar keduanya segera beroperasi dan melayani pasien dengan fasilitas BPJS,” imbuhnya. @ ind

Komentar