nusabali

Tergerus Longsor, Pohon Beringin Tumbang

  • www.nusabali.com-tergerus-longsor-pohon-beringin-tumbang

Senderan Pura Grya Sakti Demulih, Banjar/Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, longsor hingga menutupi akses jalan, Selasa (24/10) sekitar pukul 22.00 Wita. 

BANGLI, NusaBali
Longsor menyebabkan akar pohon beringin tergerus hingga tumbang. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian material ditaksir Rp 50 juta. 

Pantauan di lapangan, petugas BPBD sebanyak tiga orang dibantu sejumlah warga mengevakuasi pohon beringin tumbang, Kamis (26/10). Hingga tengah hari pohon beringin baru dipotong-potong dan material longsor belum dikeruk. Kelian Banjar Adat Demulih, I Nengah Sampun menjelaskan senderan Pura Grya Sakti Demulih longsor akibat tergerus air hujan. “Kejadiannya malam hari, kami tidak bisa langsung evakuasi. Baru hari ini tim BPBD melakukan evakuasi setelah kami melaporkan bencana ini,” ungkap Sampun. 

Diterangkan, senderan jebol tinggi sekitar 15 meter dengan panjang 8 meter. Senderan jebol menyebabkan pohon beriingin tinggi sekitar 20 meter dengan diameter 50 centimeter ikut tumbang. Pada Buda Pon Sungsang, Rabu (25/10) dilaksanakan upacara pralina pohon beringin. Mengingat selama ini pohon beringin tersebut disucikan oleh masyarakat. “Rencana besok pada Sukra Kliwon Sungsang (hari ini) akan dilaksanakan upacara pacaruan,” jelasnya. Sementara ini proses evakuasi baru dilakukan pada pohon beringin, sedangkan material senderan yang longsor masih menunggu alat berat. 

Sampun masih berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangli. Bila dilakukan secara manual oleh krama membuntuhkan waktu yang cukup lama. Proses evakuasi material bebatuan dan akar pohon beringin akan lebih efektif bila menggunakan alat berat. Rencana material bebatuan akan diletakkan di lahan dekat pura, sehingga bila nantinya senderan dibangun, batu masih bisa dimanfaatkan. 

Sampun mengatakan senderan baru dibangun 8 tahun lalu, diperkirakan karena kondisi tanah labil sehingga mudah longsor. “Kalau nanti perbaikan, harus dibongkar semua, sisi lain senderan sudah retak,” sebutnya. Sementara itu Pura Grya Sakti Demulih diempon oleh 51 kepala keluarga yang notabene tempek kauh Banjar Demulih. Piodalannya dilaksanakan pada Budha Wage Warigadean yakni 25 hari menjelang Hari Raya Galungan. *e

Komentar