nusabali

Demer Minta Koster Tunjuk Orangnya

Gubernur Koster Ingatkan Wakil Bali Jangan Seradak Suruduk Tak Jelas

  • www.nusabali.com-demer-minta-koster-tunjuk-orangnya

Untuk periode 2024-2029 semua anggota DPR dari Bali memang tidak ada duduk di Komisi V

DENPASAR, NusaBali
Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang meminta agar anggota DPR/DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali memperjuangkan infrastruktur untuk Bali, bukan hanya seradak suruduk tidak jelas, ditanggapi politisi senior sekaligus angggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali 5 periode berturut-turut, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Kata Demer, Koster harusnya tunjuk orangnya. 

Demer mengatakan, pernyataan Koster yang disampaikan saat bertemu ratusan stakdeholder pariwisata Bali di Gedung Ksiarnawa, Taman Budaya Budaya Bali, Denpasar, Kamis (30/1) lalu, antara penting dan tidak penting untuk direspons. Namun, karena dirinya juga salah satu wakil rakyat asal dapil Bali mau tak mau perlu bicara juga. “Harusnya jelaskan ditujukan kepada siapa pernyataan (seradak seruduk) itu? Apakah kepada anggota DPR atau DPD RI?” ujar Demer dihubungi NusaBali, Selasa (4/11) siang.

Demer menyebutkan, sebagai anggota DPR RI lima periode, dirinya sudah banyak berjuang untuk Bali. Namun dirinya jarang mengekspos di media. Ditambahkan Demer, sebutan “seradak-seruduk” untuk anggota DPR/DPD menurutnya terkesan insinuatif. Sebanyak 9 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI seolah-olah sama bergaya ‘seradak seruduk’. “Saya yakin yang dimaksud Pak Koster bukan saya, karena hubungan saya baik dengan Pak Koster, pernah lama sama-sama di DPR, dan beliau tahu kinerja saya. Jadi, siapa yang dimaksud?” ujarnya politisi asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng ini.

Penyandang ‘Caleg Digdaya’ tak terkalahkan 5 kali berturut-turut di setiap Pileg ini  lanjut membeber hasil perjuangannya di Senayan. Saat ditugaskan di Komisi IV dia memperjuangkan program untuk petani, nelayan dalam bentuk permodalan, alat-alat pertanian. Juga jalan untuk akses petani. Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan tahun 2008 untuk menghindari sistem ijon (tengkulak), yang menyasar sekitar 500 gabungan kelompok tani (gapoktan) di seluruh Bali. Bahkan di Karangasem sampai 100% desa mendapat bantuan Rp100 juta per kelompok tani dari program tersebut. 

Saat di Komisi VI, Demer memperjuangkan mesin pakan ternak dan mesin jahit portable untuk kelompok masyarakat. Juga pelatihan-pelatihan UMKM untuk mengakses permodalan maupun belajar tentang bisnis digital, rata-rata 40 kali pelatihan dalam setahun .

Soal wakil Bali agar memperjuangkan infrastruktur yang dilontarkan Gubernur Koster, kata dia tidak tepat ditujukan kepada semua wakil Bali. Demer sendiri duduk di komisi yang tidak membidangi infrastruktur. “Bagaimana saya bisa ngurusin infrastruktur, lha saya di komisi yang bukan urusan itu? Poinnya begini. Bahwa saya tidak terlalu intens berjuang di infrastruktur, bukan berarti saya tidak berjuang sama sekali untuk Bali, gitu lho,” ujar Ketua DPD I Golkar Bali ini.

Demer mengatakan, komisi yang membidangi infrastruktur adalah Komisi V. Seperti diketahui, untuk periode 2024-2029 semua anggota DPR dari Bali memang tidak ada duduk di Komisi V. Sebelumnya, periode 2014-2019, pernah ada anggota Fraksi Gerindra Dapil Bali duduk di Komisi V yakni, Ida Bagus Putu Sukarta (almarhum). Gus Sukarta, politisi asal Banjar Buruan, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan yang merupakan mantan Ketua DPD Gerindra Bali.

“Mungkin sebaiknya Pak Koster sebagai Ketua DPD PDIP, menugaskan atau merekomendasikan salah satu dari lima anggota Fraksi PDIP Dapil Bali agar masuk di Komisi V. Pak Koster menurut saya punya kapasitas untuk itu. Masalahnya, Pak Koster mau apa nggak?” ujar pria yang saat ini masih tercatat sebagai fungsionaris DPP Golkar ini.k22

Komentar