nusabali

Motor Tabrak Truk, 2 Pemuda Tewas

  • www.nusabali.com-motor-tabrak-truk-2-pemuda-tewas

Motor Astrea tersebut masuk ke jalur berlawanan dan menabrak truk yang sedang melaju sesuai jalur dari arah berlawanan.

NEGARA, NusaBali
Kecelakaan lalu lintas merenggut dua korban jiwa terjadi di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Banjar Anyar Sari, Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Selasa (4/11) malam. Dua pemuda yang merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor Honda Astrea tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), tewas seketika di lokasi kejadian setelah bertabrakan adu jangkrik dengan sebuah truk.

Dari informasi, kecelakakan maut di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya pada kilometer 111-112, itu terjadi pada Selasa (4/11) sekitar pukul 23.30 Wita. Dua korban meninggal dunia di TKP adalah Alexander Fandrianus Paga, 20, pengendara sepeda motor Honda Astrea tanpa TNKB, dan penumpangnya, Anyisius I Gede Indrawan, 20. Keduanya merupakan warga Banjar Parwatasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya.

Kasat Lantas Polres Jembrana Iptu Aldri Setiawan saat dikonfirmasi Rabu (5/11), membenarkan adanya kecelakakan yang menyebabkan tewasnya dua orang pemuda itu. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Astrea tanpa TNKB dengan Truk Mitsubishi nopol P 8026 UY yang dikemudikan oleh Amin Toha, 53, warga Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Menurut Iptu Aldri, kecelakaan itu bermulai dari motor Astrea yang dikendarai Alexander Fandrianus Paga bergerak dari arah timur ke barat atau dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan lurus dengan tanjakan landai, kondisi cuaca cerah malam hari dan gelap karena tidak terdapat lampu penerangan jalan, motor tersebut tiba-tiba bergerak oleng ke kanan hingga masuk jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang Truk Mitsubishi nopol P 8026 UY yang melaju sesuai jalurnya sehingga terjadi tabrakan adu jangkrik.  

"Motor Astrea tersebut masuk ke jalur berlawanan dan menabrak truk yang sedang melaju sesuai jalur dari arah berlawanan. Benturan terjadi pada posisi jalur jalan sebelah kanan dari arah timur (jalur dari arah Gilimanuk)," ucap Iptu Aldri. 

Akibat kecelakaan tersebut, kedua pemuda tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian. Sang pengendara, Alexander Fandrianus Paga, mengalami cedera kepala berat (CKB), termasuk patah pada paha kanan dan luka lecet di beberapa bagian tubuh. Sementara rekan yang diboncengnya, Anyisius I Gede Indrawan, juga mengalami CKB serta sejumlah luka lecet di sekujur badan dan kaki.

Motor Astrea yang ditunggangi kedua korban tewas itu juga mengalami kerusakan cukup parah. Sedangkan sang pengemudi truk, Amin Toha yang langsung memutuskan berhenti setelah mengalami kecelakaan itu, dilaporkan dalam keadaan sehat tanpa mengalami luka. "Kerugian materiil ditaksir Rp 2.300.000," ujar Iptu Aldri. 

Polisi telah melakukan olah TKP, mencatat saksi-saksi, dan mengamankan barang bukti (BB) untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan maut tersebut. Dari kesimpulan sementara, faktor utama kecelakaan maut itu disinyalir akibat kelalaian dari sang pengendara motor Astrea. 

Berkaca dari kejadian itu, Iptu Aldri Setiawan mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu fokus dalam berkendara. Diimbau untuk tidak memaksakan diri ketika kondisi kurang fit ataupun dalam kondisi ngantuk. Begitu juga diimbau memastikan kelayakan kendaraan untuk mencegah hal-hal yang dinginkan di jalan. ode

Komentar