nusabali

Hujan Sebentar, Desa Pesinggahan Banjir

  • www.nusabali.com-hujan-sebentar-desa-pesinggahan-banjir

SEMARAPURA, NusaBali - Hujan dengan intensitas ringan mengguyur Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung memicu banjir di kawasan permukiman warga. Air Tukad Bugbugan meluap hingga menggenangi akses jalan menuju Perumahan Bumi Gria Damai Pesinggahan akibat saluran air di bawah jembatan tersumbat tumpukan sampah kiriman dari hulu.

Perbekel Desa Pesinggahan, Nyoman Suastika, mengatakan banjir terjadi berulang kali karena penyumbatan sampah di bawah jembatan. Banjir parah terakhir terjadi pada Senin (3/11) malam. Menurut Suastika, hujan yang turun tidak terlalu lama. “Hujan sebentar saja sudah terjadi banjir karena terjadi penyumbatan di bawah jembatan akibat banyak sampah,” ungkap Suastika, Rabu (5/11). Dia menjelaskan, jembatan yang menjadi penyebab banjir merupakan jembatan darurat hasil perbaikan swadaya warga setelah sebelumnya sempat jebol diterjang banjir besar pada 10 September 2025. Perbaikan dilakukan dengan konstruksi sederhana dan posisi jembatan dibuat sedikit lebih rendah dari sebelumnya, serta dilengkapi dua lubang kecil di bawahnya untuk mengalirkan air.

Namun, desain itu justru menimbulkan persoalan baru. “Saat banjir, debit air besar membawa sampah kayu dan plastik tersangkut di bawah jembatan sehingga air tertahan dan meluber ke permukiman warga,” jelasnya. Kondisi ini membuat sejumlah rumah warga dan akses jalan menuju perumahan kembali tergenang. Jika tidak segera ditangani, dia khawatir banjir serupa akan terus berulang setiap kali hujan turun. Pemerintah desa sudah berupaya mencari solusi dengan berencana menganggarkan dana desa untuk perbaikan dan penyenderan di sekitar jembatan. 

Namun, rencana itu tidak mendapat restu dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida karena perbaikan jembatan bukan merupakan kewenangan desa. "Saya sudah koordinasi, tapi tidak diberikan izin karena itu wilayah kerja BWS. Saya bingung jadinya, karena kalau dibiarkan seperti ini, setiap kali hujan sedikit saja pasti banjir lagi,” keluhnya. Pemerintah desa berencana kembali bersurat kepada BWS Bali Penida agar segera menindaklanjuti persoalan ini. Ia juga berencana mengundang langsung perwakilan BWS Bali Penida dan Dinas PUPRPKP (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman) Kabupaten Klungkung untuk meninjau lokasi pada Jumat (7/11).

“Kami akan bersurat lagi. Jangan sampai berlarut-larut. Bila perlu jembatan yang sekarang dibongkar dan dibuat baru dengan posisi lebih tinggi agar aman saat hujan. Karena yang terdampak bukan hanya warga perumahan, juga warga di hilir sungai,” ungkapnya. Sebelumnya, jembatan ini sempat putus diterjang banjir besar pada September lalu yang mengakibatkan puluhan rumah di Banjar Suwitrayasa terisolasi. Saat itu, anggota DPRD Klungkung Nyoman Alit Sudiana turun langsung ke lokasi dan menemukan tumpukan sampah kayu besar yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan. Debit air meningkat dan mengikis dasar jembatan hingga jebol.

Setelah peristiwa itu, permasalahan serupa kembali terjadi. Warga berharap pemerintah pusat maupun daerah segera turun tangan memperbaiki jembatan secara permanen dan lebih aman agar bencana banjir tidak terus menghantui warga Desa Pesinggahan. 7 k24

Komentar