nusabali

Terdampak Proyek Jalan, Angkul-angkul Roboh

  • www.nusabali.com-terdampak-proyek-jalan-angkul-angkul-roboh

Anggota DPRD Gianyar, Dewa Gede Agung Pastika, yang memediasi pertemuan meminta kontraktor segera memperbaiki senderan dan angkul-angkul yang rusak.

GIANYAR, NusaBali
Angkul-angkul milik I Wayan Sumerta di Banjar Bantas, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, roboh, Selasa (4/11). Gapura rumah khas Bali itu roboh saat alat berat melakukan pengerukan drainase di lokasi proyek pengerjaan jalan. Fondasi angkul-angkul tergerus alat berat sehingga bangunan ambruk. Warga menuntut tanggung jawab pelaksana proyek. 

Mediasi penyelesaian masalah digelar di lokasi kejadian. Pertemuan dihadiri pegawai Dinas PUPR Gianyar, pemilik bangunan, dan kontraktor pelaksana. Mediasi disaksikan Camat Tampaksiring, Wayan Eka Mulya. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Made Gde Astawiguna, membenarkan insiden ini. Dinas PUPR telah turun ke lokasi untuk mencari tahu penyebab kejadian. “Struktur angkul-angkul tanpa fondasi memadai. Hujan deras membuat rencana pengecoran tertunda. Kontur tanah di lokasi juga menurun cukup tajam dan pemasangan pengaman tanah belum sepenuhnya terpasang,” jelas Astawiguna, Rabu (5/11).

Astawiguna menegaskan akan bertanggung jawab memperbaiki kerusakan angkul-angkul. “Kami akan bangun dulu struktur pengaman tanah, lalu mengembalikan angkul-angkul warga seperti kondisi semula,” ungkap Astawiguna. Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gianyar, Dewa Gede Agung Pastika, yang memediasi pertemuan mengingatkan pelaksana proyek agar lebih berhati-hati. “Musim hujan membuat tanah lebih labil. Proses pengerjaan harus memperhatikan hal tersebut agar tidak menimbulkan kerugian bagi warga,” ujar Dewa Pastika. 

Dewa Pastika meminta kontraktor segera memperbaiki senderan dan angkul-angkul yang rusak. Dia mengajak semua pihak ikut mengawasi pengerjaan proyek agar berjalan sesuai harapan. Sebelumnya, panyengker merajan milik keluarga Ni Putu Kartini di Banjar Bayad, Desa Kedisan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar ambruk setelah terkena getaran alat berat proyek perbaikan gorong-gorong, Selasa (28/10) sore. Saat alat berat melakukan pengerukan, tembok merajan tiba-tiba ambruk. Permasalahan diselesaikan secara damai antara pemilik dan kontraktor.

Kartini mengatakan, sebelum proyek berlangsung, panyengker merajan masih kokoh tanpa retak. “Sekitar sepuluh menit setelah alat berat bekerja, tembok roboh. Kemungkinan karena getaran alat berat,” ujar Kartini, Kamis (30/10). Tembok bagian timur roboh, palinggih tetap utuh. Pihak kontraktor bersedia memperbaiki panyengker yang rusak serta menanggung biaya upacara. “Kami sepakat selesaikan secara damai. Kami anggap ini musibah,” tambah Kartini.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Made Gede Astawiguna, membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan robohnya panyengker merajan diduga karena fondasi kurang kuat. Pihaknya telah mengarahkan rekanan untuk menambah konstruksi dinding penahan tanah. “Pembuatan dinding penahan tanah memang bagian dari pekerjaan gorong-gorong. Ke depan kami akan lebih hati-hati, terutama mengecek fondasi rumah atau merajan warga sebelum pengerjaan,” tegas Astawiguna. 7 nvi

Komentar