nusabali

Pegawai BNNK Diduga Konsumsi Shabu

  • www.nusabali.com-pegawai-bnnk-diduga-konsumsi-shabu

"Setelah dibawa ke Polres Buleleng dan dites urine, hasilnya positif mengandung metamfetamin. Dari pengakuannya, shabu sudah dikonsumsi di Pegayaman"

SINGARAJA, NusaBali
Seorang oknum pegawai Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng berinisial IMS, 50, diamankan aparat Sat Resnarkoba Polres Buleleng. Warga Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, itu ditangkap setelah diduga mengonsumsi shabu-shabu.

Kasat Resnarkoba Polres Buleleng, AKP Putu Edy Sukaryawan, mengungkapkan penangkapan dilakukan pada Sabtu (1/11) siang sekitar pukul 14.00 Wita, di jalan perbatasan Desa Gitgit dengan Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Ia menyebut bahwa IMS telah lama menjadi target pemantauan polisi karena dicurigai sebagai pengguna narkoba.

“Benar, yang bersangkutan diamankan saat melintas menggunakan sepeda motor Honda Beat DK 6191 UBR. Setelah diperiksa, ternyata dia merupakan pegawai BNNK Buleleng,” ujar AKP Edy, ditemui Senin (3/11) di Mapolres Buleleng.

Dari hasil pemeriksaan awal, IMS mengaku baru saja pulang dari salah satu tempat di wilayah Desa Pegayaman yang kerap digunakan untuk mengonsumsi narkoba. Saat penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti shabu. Namun polisi menduga IMS telah menggunakannya di lokasi tersebut.

“Setelah dibawa ke Polres Buleleng dan dites urine, hasilnya positif mengandung metamfetamin. Dari pengakuannya, shabu sudah dikonsumsi di Pegayaman,” jelas AKP Edy.

Ia menambahkan, ketika dilakukan pemeriksaan terhadap ponsel milik IMS, seluruh riwayat percakapan sudah dihapus. Polisi menduga, pelaku sudah mengetahui dirinya tengah dalam pengawasan. “Ini bukan pemantauan pertama. Sebelumnya juga sempat kami periksa, tetapi waktu itu belum ditemukan bukti kuat. Kali ini hasil tes urine jelas positif,” tambahnya.

Usai menjalani pemeriksaan di Polres Buleleng, IMS diserahkan kembali ke pihak BNNK Buleleng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk proses rehabilitasi. Sementara itu, polisi masih menyelidiki jaringan dan lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi maupun penggunaan sabu di wilayah Desa Pegayaman.

“Tempat yang biasa dipakai dan orang-orang yang menyediakan barang masih kami dalami. Kami akan kembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan pemasok yang terlibat,” tandasnya. 7 mzk

Komentar