Petualang Dunia dengan Mobil Listrik Tiba di Bali
DENPASAR, NusaBali - Petualang dunia asal Jerman, Rainer Zietlow, tiba di Bali, Selasa (4/11/2025), setelah menempuh perjalanan sejauh 35.000 kilometer melintasi 48 negara menggunakan mobil listrik Volkswagen ID.Buzz.
Persinggahannya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar menjadi bagian dari ekspedisi global bertajuk Volkswagen ID.Buzz World Tour yang bertujuan memecahkan rekor dunia ‘negara terbanyak yang dikunjungi dengan kendaraan listrik’.
Rainer memulai ekspedisi ini pada 1 Juli 2025 dari Hannover, Jerman, dan menargetkan akan menyelesaikan perjalanan mengelilingi dunia sejauh 80.000 kilometer melalui 75 negara hingga Agustus 2026. Melalui perjalanan ini, ia ingin membuktikan kemampuan kendaraan listrik menempuh jarak jauh sekaligus mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan.
“Ini negara ke-48 dalam perjalanan saya. Saya sudah mengemudi 35.000 kilometer dari Eropa hingga Asia. Saya ingin menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat diandalkan di berbagai kondisi, dari gurun hingga pegunungan,” ujar Rainer di kawasan KEK Kura Kura Bali, Selasa siang kemarin. Rainer juga berbagi suka duka perjalanan lintas benua dengan mobil listrik. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah perbedaan sistem colokan (charging plug) di setiap negara yang disinggahi.
“Di beberapa negara saya harus menyesuaikan adaptor, bahkan membuat modifikasi kecil agar bisa mengisi daya. Kadang saya harus menunggu berjam-jam untuk menemukan tempat pengisian yang sesuai,” ungkapnya. Tantangan lain justru ia temui di Bali, terutama saat melintas di jalur padat dan sempit. “Saya sempat kesulitan menyalip truk karena kemudi mobil ini ada di sebelah kiri, sementara di Indonesia kendaraan berjalan di sisi kiri jalan. Tapi, masyarakat di sini sangat ramah, jadi semua berjalan aman,” ucapnya menceritakan perjalanannya dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Kota Denpasar. Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tantowi Yahya menyambut langsung kedatangan Rainer dan timnya. Ia menyebut kunjungan ini selaras dengan visi KEK Kura Kura Bali yang mengusung pembangunan berkelanjutan dan inovasi hijau.
“Kami sangat terhormat bisa menjadi salah satu titik singgah ekspedisi dunia ini. Misi Rainer sejalan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana dan Kerthi Bali yang kami terapkan di Kura Kura Bali – hidup harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas,” ujar Tantowi. Dalam kunjungannya, Rainer diajak melihat berbagai inovasi ramah lingkungan yang dikembangkan di kawasan tersebut, termasuk bangunan berarsitektur bambu, area konservasi mangrove seluas 30 hektare, dan program pelepasliaran tukik di pesisir Serangan. Rainer mengaku terkesan dengan keseriusan Bali dalam menjaga alam dan budaya. “Saya melihat masa depan keberlanjutan itu ada di sini. Bukan hanya teknologi, tetapi juga cara hidup masyarakat yang menghormati alam,” katanya.
Usai dari Bali, Rainer akan melanjutkan perjalanan menuju Australia, Afrika, dan Amerika, sebelum kembali ke Jerman pada Agustus 2026. Total perjalanan akan melintasi enam benua dengan waktu tempuh lebih dari satu tahun. “Perjalanan ini bukan hanya tentang rekor dunia, tapi tentang membuktikan bahwa masa depan mobilitas bisa bersih dan berkelanjutan,” tutupnya. 7 mao
Komentar