Tekan Inflasi Jelang Galungan-, Bupati Gus Par Pantau Pasar Murah
AMLAPURA, NusaBali - Guna menekan inflasi, jelang hari Galungan, Buda Kliwon Dunggulan, Rabu (19/11), Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, memantau kegiatan Pasar Murah di GOR Banjar Bungkulan, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Selasa (4/11).
Menurut Bupati Gus Par, inflasi perlu ditekan agar harga terkendali di tengah menurunnya daya beli masyarakat. Inflasi menyebabkan biaya hidup meningkat hingga ekonomi jadi tidak sehat. “Makanya perlu digencarkan, digelar pasar murah di delapan kecamatan, agar harga barang stabil, tidak terjadi inflasi tinggi,” katanya.
Kata dia, menjelang Galungan dan Kuningan, masyarakat memerlukan banyak kebutuhan pokok untuk keperluan upacara. Guna menekan harga beras perlu bersinergi dengan Bulog Denpasar. Begitu juga dengan distributor lainnya sehingga masyarakat menikmati harga barang murah.
Hadir turut memantau Pasar Murah, Kapolres AKBP Joseph Edward Purba, Dandim Letkol Inf Gurbasa Samosir, Sekda I Ketut Sedana Merta, Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Karangasem I Gede Loka Santika, Sekcam Karangasem I Wayan Gusita, Perbekel Seraya Barat I Wayan Patra Suarsa, dan segenap tokoh masyarakat.
"Pengaruh pasar murah, kenyataannya harga cabai besar, cabai kecil, dan bawang merah turun. Begitu juga harga beras," jelas Bupati Gus Par.
Pasar Murah terus dilakukan di setiap kecamatan dengan agenda, Selasa (11/11) di depan Pasar Amlapura Timur, Jalan Gajah Mada, begitu seterusnya.
Kadis Koperasi UKM dan Perindag I Gede Loka Santika mengatakan, harga besar justru diturunkan pemerintah dari harga HET (harga eceran tertinggi) sehingga yang bisa diajak kerja sama hanya Bulog Bali. "Misalnya bawang merah di pasar dijual Rp 35.000 per kilogram di pasar murah dijual Rp 30.000," katanya.
Loka Santika menambahkan, hasil pantauan di pasar di delapan kecamatan, semuanya harga stabil. Namun, terus dilakukan pemantauan agar tidak terjadi lonjakan harga jelang hari Galungan dan Kuningan.
Pedagang I Nyoman Dipta dari Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, menjual keripik sirip ikan tuna, per paket dijual Rp 10.000. "Ini harga distributor,' katanya.
Dia memproduksi keripik sirip ikan tuna sejak tahun 2020, sekali beli bahan baku 1 ton seharga Rp 17 juta, diproduksi hingga 14 hari. Hasil olahannya laku Rp 30 juta.
Sedangkan pedagang keripik singkong I Wayan Rinten dari Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, per kemasan menjual Rp 10.000. pedagang bumbu Iin Paradila, ikut jualan di pasar murah untuk membantu masyarakat dengan harga pokok. "Cabe besar saya jual Rp 47.000 per kilogram cabe kecil Rp 20.000, bawang merah Rp 30.000, kan pasar murah," jelasnya.7k16
Komentar