nusabali

Siswa SDN Dawan Kaler Belajar di Ruang Darurat

  • www.nusabali.com-siswa-sdn-dawan-kaler-belajar-di-ruang-darurat

Dinas Pendidikan sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk perbaikan pada tahun 2026.

SEMARAPURA, NusaBali
Gedung SD Negeri Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Klungkung nyaris roboh. Sebagian besar ruang kelas tidak bisa lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Sejak awal Februari 2025, para siswa belajar di ruang darurat yakni ruang UKS dan Perpustakaan. Plt Kasek SDN Dawan Kaler, Ketut Gede Pasek, mengatakan kerusakan parah terjadi akibat faktor usia bangunan dan curah hujan tinggi sejak akhir tahun 2024. Gedung sekolah sudah lama tidak mendapatkan perbaikan. 

Pasek mengatakan, pada November 2024, atap ruang kelas III roboh. Sampai Februari 2025, hampir seluruh ruang kelas mengalami kerusakan berat setelah terus diguyur hujan. “Genting jatuh, plafon ambruk. Untung saat kejadian siswa sedang libur sekolah,” ungkap Pasek, Senin (3/11). Pasca insiden itu, pihak sekolah memutuskan memindahkan kegiatan belajar ke ruangan lain yang masih aman. Sebanyak 31 siswa kelas III belajar di ruang UKS, 20 siswa kelas II digabung dengan kelas V di ruangan yang sama tanpa sekat pemisah, sedangkan kelas IV belajar di Perpustakaan. 

Siswa kelas I sebanyak 38 orang menempati ruang bekas kelas IV. Siswa kelas VI masih bertahan belajar di ruang kelas. Kondisi belajar di ruang darurat tidak nyaman. Dalam satu ruangan, dua guru harus mengajar dua kelas berbeda pada waktu bersamaan yakni kelas II dan kelas V. “Suasana belajar jelas tidak kondusif, tetapi kami tidak punya pilihan lain. Jumlah siswa memang tidak terlalu banyak yakni 174 orang, namun ruangan yang tersedia juga terbatas,” ujar Pasek. 

Menjaga keselamatan siswa, pihak sekolah mempertimbangkan menggunakan balai banjar sebagai ruang belajar alternatif. Namun rencana tersebut urung dilakukan karena kondisi bangunan terbuka dinilai tidak sesuai bagi anak-anak. “Kami khawatir anak-anak masuk angin. Di balai banjar juga tidak ada kantin, jadi kurang mendukung untuk kegiatan sekolah,” katanya. Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom didampingi Komisi III meninjau SDN Dawan Kaler, Senin (3/11). Setelah melihat kondisi bangunan, dia menegaskan gedung sekolah tidak layak digunakan dan harus segera mendapat perbaikan. 

“Kami sudah lihat langsung. Hampir semua ruang kelas rusak berat dan tidak bisa dipakai sejak Februari lalu,” kata Agung Anom. Menurutnya, Dinas Pendidikan sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk perbaikan pada tahun 2026. Agung Anom mendorong proses perbaikan sekolah dipercepat sehingga pelaksanaan rehabilitasi bisa dimulai pada bulan Maret tahun depan. Dia juga meminta penanganan sementara bagi siswa mendapat perhatian serius, terutama kenyamanan dan keselamatan selama belajar di ruang darurat. 

“Kami tidak ingin semangat belajar anak-anak terganggu hanya karena bangunan sekolah yang tidak layak,” tegas Agung Anom. Masyarakat juga berharap Pemkab Klungkung segera memperbaiki fasilitas sekolah. Mereka khawatir kondisi bangunan rusak membahayakan siswa. 7 k24

Komentar