nusabali

Sanur Village Festival 2025 Usung Spirit `Guna Dusun`, Targetkan 50 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp2 Miliar

  • www.nusabali.com-sanur-village-festival-2025-usung-spirit-guna-dusun-targetkan-50-ribu-pengunjung-dan-transaksi-rp2-miliar

DENPASAR, NusaBali.com – Sanur Village Festival (SVF) ke-18 siap digelar pada 7–9 November 2025 di kawasan Muntig Siokan, Pantai Mertasari, Sanur. Mengusung tema “Guna Dusun”, festival tahun ini membawa pesan mendalam tentang pengabdian diri dan pemanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas, sekaligus menargetkan kunjungan 50.000 orang dan transaksi ekonomi hingga Rp2 miliar selama tiga hari pelaksanaan.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) Ida Bagus Gede Sidharta Putra alias Gusde Sidharta mengatakan, meski durasi pelaksanaan lebih singkat dibanding tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat dan wisatawan diyakini tetap tinggi.

“Pada Sanur Festival sebelumnya yang berlangsung lima hari, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 80.000 orang. Tahun ini kami yakin target 50.000 pengunjung tercapai karena aksesnya gratis dan kegiatan lebih padat,” ujarnya saat press conference di Santrian Art Gallery, Hotel Griya Santrian Sanur, Senin (3/11).

Festival yang menjadi ikon kawasan pesisir Denpasar ini dirancang untuk memadukan keindahan budaya Bali dengan semangat kebersamaan melalui musik, kuliner, seni, budaya, dan gaya hidup berkelanjutan. Tahun ini, SVF mengangkat tema “Guna Dusun” yang terinspirasi dari karya sastra Geguritan Selampah Laku ciptaan tokoh spiritual Sanur, Ida Pedanda Gede Made Sidemen.

“Bagi kami, Guna Dusun bukan sekadar istilah, tetapi filosofi hidup tentang bagaimana seseorang memelihara diri dengan ilmu agar berguna bagi orang lain,” jelas Gusde Sidharta.

Ia menuturkan, filosofi ini berakar pada ajaran Ida Pedanda Sidemen yang menekankan pentingnya “menanam di karang awak”—yakni mengisi diri dengan ilmu dan keutamaan hidup agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat. “Artinya, ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus dibagikan agar membawa manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Nilai tersebut, lanjutnya, tetap relevan di era modern yang serba digital. “Dengan kemajuan teknologi, kita justru memiliki lebih banyak cara untuk berbagi ilmu dan memberi guna bagi sesama,” imbuhnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung lima hari, SVF 2025 digelar selama tiga hari dengan rangkaian acara yang lebih padat dan tematik. Festival akan diisi dengan lomba kuliner seperti ngelawar bertema laut Sanur, fruit carving, lomba barista, serta Sanfest Sandikala Run yang menjadi daya tarik baru.

Dalam bidang seni dan musik, SVF 2025 menghadirkan deretan musisi lokal dan nasional seperti Navicula, Sandrina Malakiano, Gugun Blues Shelter, Pongki Barata feat Fatur, dan Yovie & Nuno. Selain itu, penyelenggara juga menambahkan cabang olahraga populer padel, seni instalasi, serta lomba fotografi bertema budaya dan lingkungan.

“Kami sadar, untuk menjadi festival yang dinanti masyarakat maupun wisatawan mancanegara dibutuhkan kreativitas dan inovasi yang terus berkembang. Tidak boleh stagnan,” ujar Gusde. Ia menegaskan bahwa SVF bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah kreatif warga Sanur sekaligus gerakan komunitas yang peduli pada keberlanjutan lingkungan dan budaya.

“Festival ini ruang kreatif bagi warga Sanur, tempat kita menjaga keseimbangan antara adat, budaya, dan pariwisata. Sejak awal, Sanur Festival menjadi simbol bahwa Sanur tetap hidup, aman, dan terbuka bagi siapa pun untuk berkarya,” tandasnya. *win

Komentar