nusabali

Siswa JB School Harumkan Nama Bali, Juara Olimpiade Kimia Terapan Level Internasional

  • www.nusabali.com-siswa-jb-school-harumkan-nama-bali-juara-olimpiade-kimia-terapan-level-internasional

MANGUPURA, NusaBali - David Sebastian Lennard, 17, siswa SMA Jembatan Budaya (JB School), Kuta, Badung mengharumkan nama Bali pada olimpiade International Applied Chemistry Olympiad (IAChO).

Pada olimpiade yang digelar di Bandung, Jawa Barat akhir September 2025 itu diikuti ratusan peserta, dan David berhasil meraih medali perunggu. 

Ratusan kompetitor dalam ajang bergengsi itu datang dari tujuh Negara, seperti Bangladesh, Filipina, Mongolia, Romania, Thailand, Vietnam, dan termasuk tuan rumah Indonesia. Mereka adalah para pelajar kelas IX sampai kelas XII terbaik dari negara masing-masing yang telah mahir di bidang kimia terutama secara teoritis. 

“Tahap olimpiade ini sudah dimulai awal sampai pertengahan Agustus seperti masa pendaftaran dan dua babak penyisihan yang dilakukan secara daring,” ujar David kepada NusaBali, pada Jumat (31/10). 

David menjelaskan, pada saat babak penyisihan pertama, peserta mengerjakan 20 soal pilihan ganda. Pada babak yang disebut comprehensive test ini, diikuti 400 peserta. Mereka berasing untuk melampaui passing grade yang ditetapkan demi memperoleh slot di babak penyisihan kedua. Peserta yang lolos pada tahap ini sebanyak 250 peserta. 

Dari 250 peserta yang lolos ke babak penyisihan kedua, hanya 100 orang yang berhasil lolos sampai ke babak grand final, yang digelar secara luring di Bandung. Pada tahap ini David satu-satunya wakil Bali di olimpiade kimia terapan level internasional yang diinisiasi Indonesia Scientific Society (ISS) tersebut. 

Pada babak tes tulis, soal-soalnya dari sub-bidang kimia terapan, seperti stoikiometri, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, dan larutan diuji. David mengaku, tingkat kesulitan soal beragam, dari level SMA, perguruan tinggi, sampai OSN atau standar olimpiade pada umumnya yang memerlukan pemahaman konsep dasar, hafalan, hingga analitis. 

“Babak grand final dibagi menjadi dua sesi. Kami mengerjakan 20 soal-soal teori dalam bentuk pilihan ganda. Kemudian, ada sesi studi kasus mengenai pengaplikasian aspek kimia dalam kehidupan. Hasil studi kasus itu lantas dipresentasikan ke hadapan dewan juri,” tutur David yang kini duduk di kelas XII SMA Jembatan Budaya. 

Pada sesi studi kasus, David diminta menganalisis senyawa misterius yang dapat diekstrak dari tumbuhan jenis bunga-bungaan sehingga menjadi senyawa wangi. Senyawa ini kemudian harus ditelaah guna mencari cara maupun bentuk penerapannya dalam kehidupan. 

“Saya menawarkan asam benzoat yang diekstrak dari tumbuhan, kemudian disintesis sehingga menghasilkan senyawa hidrokarbon yang mengeluarkan wewangian. Senyawa ini kalau direaksikan dengan senyawa asam lain bisa menghasilkan produk wewangian atau produk kecantikan,” ungkap pelajar kelahiran Malang, Jawa Timur ini. 

Dalam studi kasus ini tidak ada praktik laboratorium. Peserta harus mampu menerapkan senyawa kimia tersebut menjadi sesuatu yang aplikatif berdasarkan karakter senyawa, teori-teori kimia terapan, maupun penemuan yang telah terpublikasi secara ilmiah. 

Akhirnya, David berhasil meraih medali perunggu di antara peserta yang mendapat studi kasus yang sama. Medali dari IAChO 2025 ini jadi medali keempat baginya setelah satu medali dari Vanda National Junior Science Olympiad 2024 yang digelar Singapore International Math Contest Centre (SIMCC) di Bali dan dua medali dari Olimpiade Sains Airlangga 2024.7 ol1

Komentar