Kalapas Kerobokan Gandeng Dinas Pertanian Provinsi Bali
Kembangkan Inovasi Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas
DENPASAR, NusaBali - Upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan sempit mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara Kalapas Kerobokan Hudi Ismono dengan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, di kantor dinas yang beralamat di Jalan WR Supratman Sumerta Kaja, Denpasar Timur, Jumat (31/10).
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kasi Bimbingan Kerja Boy Guntur Sagara dan sejumlah staf itu, Kalapas memperkenalkan Proyek Perubahan ‘Sae Lembah Hijau’ sebuah inovasi yang digagas untuk mengoptimalkan lahan terbatas di lingkungan lapas sebagai sarana rehabilitasi warga binaan dan kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan daerah.
Hudi Ismono menjelaskan proyek tersebut menjadi wujud komitmen Lapas Kerobokan untuk melahirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.
“Keterbatasan lahan tidak boleh menjadi penghalang untuk berkarya. Kami menggunakan setiap jengkal lahan yang ada di Lapas Kerobokan untuk membuktikan bahwa warga binaan bisa menjadi subjek yang produktif,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (2/11) pagi.
Melalui program ‘Sae Lembah Hijau’ warga binaan dibekali keterampilan pertanian aplikatif yang disesuaikan dengan konsep pertanian modern dan organik, sehingga setelah bebas nanti mereka dapat berdaya saing di sektor pertanian. Inisiatif ini juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang mendorong rehabilitasi sosial berbasis produktivitas.
Sunada menyambut positif inovasi tersebut. Dia menilai, gagasan Lapas Kerobokan sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan pertanian Bali yang berorientasi pada pertanian organik dan ramah lingkungan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019.
“Program ‘Sae Lembah Hijau’ ini sepenuhnya sejalan dengan visi Pertanian Organik Bali dan sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional serta Asta Cita Presiden RI terkait pemberdayaan SDM,” ujar Sunada.
Dia menegaskan, pihaknya akan mendukung keberlanjutan proyek tersebut dan mendorong agar program ini dapat menjadi model percontohan lapas produktif di Bali, yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan daerah. 7 tr
Komentar