nusabali

Khawatir Longsor Susulan di Tri Buana, Korban Numpang di Rumah Kerabat

  • www.nusabali.com-khawatir-longsor-susulan-di-tri-buana-korban-numpang-di-rumah-kerabat

Korban memilih numpang di rumah kerabatnya yang lokasinya berdekatan, tujuannya agar nyaman saat istirahat di malam hari.

AMLAPURA, NusaBali
Khawatir terjadi longsor susulan, korban I Wayan Putu, yang rumahnya tertimpa tanah longsor, memilih numpang tinggal sementara di rumah kerabatnya. Kerabat tinggaldi Banjar Basangalas Kangin, Desa Tri Buana, Kecamatan Abang, Karangasem, Minggu (2/11).

Longsor yang terjadi, Jumat (31/10) pukul 02.00 Wita menyebabkan, bangunan rumah milik I Wayan Putu, retak setelah dihantam dari belakang. Longsor dengan ketinggian longsoran 160 cm dengan lebar 130 meter.

Bencana longsor itu dilaporkan Perbekel Tri Buana I Nyoman Kerti, selanjutnya datang tiga petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karangasem dikoordinasikan I Ketut Sukada melakukan assesment.

Berdasarkan masukan dari petugas BPBD Karangasem mengingat tembok kamar tidur retak, khawatir roboh maka disarankan untuk sementara numpang di rumah kerabat terdekat. 

Selanjutnya, korban I Wayan Putu bersama keluarganya memilih numpang di rumah kerabatnya yang lokasinya berdekatan, tujuannya agar nyaman saat istirahat di malam hari. "Kebetulan rumah kerabat bersebelahan, saya bersama keluarga numpang di sana," ujar I Wayan Putu.

Sebab, kata I Wayan Putu, curah hujan  sangat tinggi. Diakhawatir terjadi longsor susulan sehingga memilih jalan aman. "Kalau siang hari tetap beraktivitas di rumah, malam hari tidurnya di rumah kerabat," tambahnya.

Perbekel Tri Buana I Nyoman Kerti juga menyarankan demikian. "Ya, korban memilih numpang di rumah kerabat, agar lebih nyaman tidur, karena kamar tidurnya retak dihantam tanah longsor dari belakang," kata I Nyoman Kerti.

Kerusakan akibat longsor tidak banyak, katanya, hanya menimbulkan kekhawatiran saja, mengingat curah hujan cukup tinggi terjadi belakangan ini, menyebabkan struktur tanah basah dan labil.

Material longsor yang masuk kamar, katanya telah dibersihkan, termasuk barang-barang yang ada dalam kamar dikosongkan. 

Di bagian lain, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengatakan, awalnya berencana membangun pondok berbahan bambu  untuk tempat tinggal sementara. Mengingat korban memilih tinggal di rumah kerabatnya sehingga batal membangun pondok. "Memang pemilik tidak berani menempati rumahnya, setelah longsor karena bagian tembok kamar tidur retak, dan sebagian material masuk kamar. Kami batal bangun pondok, setelah korban memilih menginap di rumah kerabatnya," katanya.

BPBD datang untuk mengedukasi masyarakat, agar lebih berhati-hati di tengah cuaca ekstrem. Curah hujan tidak menentu, terlebih lagi di lokasi rawan longsor juga disertai ancaman pohon tumbang.7k16

Komentar