nusabali

Bantuan Bedah Rumah Harus Total!

  • www.nusabali.com-bantuan-bedah-rumah-harus-total

Banyak masyarakat tidak mampu disuruh cari tukang sendiri, padahal mereka tidak punya uang. Akhirnya bantuan mangkrak, semen jadi batu.

TABANAN, NusaBali
Program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu kembali menjadi sorotan DPRD Kabupaten Tabanan. Kalangan dewan menilai sistem bantuan stimulan yang selama ini diterapkan justru tidak efektif dan berpotensi menambah beban bagi penerima. 

Mereka pun mendesak agar program tersebut dilaksanakan secara utuh atau togal oleh pemerintah daerah, bukan lagi stimulus berupa sekadar bantuan material.
 
Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana, mengungkapkan banyak warga miskin yang justru kesulitan melanjutkan pembangunan rumah karena bantuan hanya berupa bahan bangunan. Akibatnya, program bedah rumah kerap tidak tuntas, bahkan sebagian bantuan menjadi sia-sia.
 
“Banyak masyarakat tidak mampu disuruh cari tukang sendiri, padahal mereka tidak punya uang. Akhirnya bantuan mangkrak, semen jadi batu karena terlalu lama tidak dipakai,” ujar Wastana, Minggu (2/11).
 
Menurutnya, sistem stimulan yang mengharuskan masyarakat menanggung sebagian biaya justru menyimpang dari tujuan awal program. Dia menemukan kasus warga penerima bantuan yang terpaksa menggadaikan sertifikat tanah pekarangan demi menutupi biaya lainnya.
 
“Saya menilai program ini masih setengah hati membantu masyarakat. Kalau mau bantu, bantu sampai tuntas. Jangan sampai masyarakat harus berutang atau menggadaikan sertifikat demi bisa menyelesaikan rumah,” tegasnya.
 
Hasil pengawasan di lapangan juga menunjukkan banyak rumah penerima bantuan belum selesai dibangun atau mengalami kerusakan, seperti atap bocor dan dinding retak. Kondisi tersebut membuat manfaat program sosial ini tidak dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang seharusnya terbantu. 
 
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan sekaligus Ketua TAPD, I Gede Susila menyatakan akan segera menindaklanjuti masukan dari DPRD. Dia akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait.
 
“Kami akan komunikasikan usulan ini dengan dinas terkait. Prinsipnya, program pemerintah harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, bukan menambah beban,” ujar Susila.
 
Dia menegaskan, evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial menjadi hal penting agar program bedah rumah ke depan bisa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi warga miskin di Tabanan.
 
Dengan adanya usulan tersebut, DPRD berharap pemerintah daerah dapat mengubah pendekatan program bedah rumah menjadi bantuan menyeluruh, sehingga masyarakat benar-benar memperoleh rumah layak huni tanpa harus terbebani biaya tambahan.7des

Komentar