nusabali

Mayat Wahyudi Mengambang di Tukad Bembeng

Dilaporkan Terpental dari Motor dan Terjatuh ke Sungai

  • www.nusabali.com-mayat-wahyudi-mengambang-di-tukad-bembeng

Sang istri tidak mengetahui suaminya hanyut, sehingga langsung melanjutkan perjalanan ke bandara

GIANYAR, NusaBali
Dua hari dilaporkan hilang terseret arus, pria asal Jakarta bernama Angky Aromeo Novy Wahyudi (54) ditemukan meninggal dunia. Mayat korban ditemukan mengambang di aliran Tukad (Sungai) Bembeng, Banjar Dauh Uma, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Sabtu (1/11) pagi, sekitar 3,78 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut di wilayah Desa Mas, Kecamatan Ubud.

Penemuan mayat korban berawal dari laporan warga yang melihat sesosok tubuh manusia mengapung di sungai. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Gianyar, PMI, Polsek Sukawati, dan Polsek Ubud segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Sekitar pukul 08.40 WITA, jenazah berhasil dievakuasi dan kemudian dibawa ke RS Ari Canti di Desa Mas Kelurahan Ubud, untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara membenarkan bahwa mayat tersebut memiliki ciri-ciri yang sama dengan korban yang sebelumnya dilaporkan hanyut di jembatan Jalan Raya Ambarawati, Desa Mas, Ubud, pada Kamis (30/10) malam. “Sesuai laporan dua hari lalu, kami lakukan pencarian intensif bersama tim gabungan. Hari ini korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Sukawati dengan jarak sekitar 3,78 kilometer dari lokasi awal korban terjatuh,” ujar Kompol Putra Antara.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban berjenis kelamin laki-laki, berperawakan gemuk, tidak mengenakan pakaian, memakai jam tangan di tangan kiri, dan memiliki ciri khas jari manis tangan kiri yang buntung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Istri korban, Christin Kurniawan (49), yang datang ke rumah sakit, memastikan bahwa jenazah tersebut adalah suaminya. Ia mengenali dari jam tangan yang masih melingkar di pergelangan tangan kiri serta cacat pada jari. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian, korban dan keluarganya tengah dalam perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai untuk pulang ke Jakarta. Korban mengendarai sepeda motor sendiri, sedangkan istrinya berboncengan dengan sang anak di motor berbeda.

Setibanya di tanjakan Jalan Ambarawati, motor korban melaju lebih dulu. Saat itu, istri korban sempat menghubungi lewat telepon, karena motor yang ditumpangi tiba-tiba mati di perjalanan. Dalam sambungan telepon, korban mengatakan berbalik arah untuk membantu sang istri. Diduga saat melintas di jembatan yang berlubang dan tergenang air, korban kehilangan kendali hingga terjatuh bersama motornya ke sungai yang saat itu berarus deras akibat hujan lebat.

Tak lama berselang, warga menemukan helm, tas, dan sepeda motor yang dikendarai korban, namun tubuhnya diduga sudah terseret arus dan hilang. Yang aneh, motor yang ditumpangi istri korban yang awalnya mati, tiba-tiba bisa menyala kembali. Saat itu, sang istri tidak mengetahui suaminya hanyut, sehingga mereka langsung melanjutkan perjalanan ke bandara.

Setiba di bandara, istri korban mendapat telepon dari pihak kepolisian yang mengabarkan bahwa suaminya terseret arus. Ia pun langsung membatalkan penerbangan dan menuju Polsek Ubud untuk proses pencarian.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita seizin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C Kesuma, membenarkan korban yang ditemukan adalah Angky Aromeo Novy Wahyudi. “Korban sudah diidentifikasi dan telah dipastikan oleh pihak keluarga. Kami turut berduka cita atas musibah ini dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati melintasi jembatan atau jalur yang berdekatan dengan aliran sungai, terutama saat hujan deras,” ujar Ipda Suardita.nvi

Komentar