Pondasi Rumah Warga Jebol Tergerus Air, Hujan Deras Picu Longsor di Silangjana
SINGARAJA, NusaBali - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukasada, Buleleng, sejak Kamis (30/10) hingga Jumat (31/10) pagi, memicu longsornya tembok penyengker dan pondasi rumah warga di Banjar Dinas Delod Margi, Desa Silangjana.
Akibat kejadian tersebut, pondasi sepanjang 15 meter dengan tinggi 5 meter jebol dan halaman rumah tergerus air, hingga mengancam bangunan utama rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, membenarkan adanya kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III BPBD Buleleng langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan awal. “Kejadian terjadi sekitar pukul 06.00 Wita akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. Air menggerus pondasi penyengker rumah hingga jebol dan tanah halaman ikut longsor,” jelas dia dikonfirmasi kemarin.
Dari hasil asesmen di lapangan, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 60 juta. Kondisi tanah yang tergerus dinilai cukup membahayakan pondasi utama rumah jika tidak segera ditangani. “Tanah di sekitar pondasi sudah labil karena terus tergerus air. Kami mengimbau warga untuk sementara tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area longsoran,” imbuhnya.
Dalam penanganan darurat, BPBD Buleleng juga telah menyalurkan bantuan awal berupa terpal, sembako, matras, dan selimut untuk kebutuhan mendesak korban. “Kami sudah berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan bantuan segera diterima. Bantuan ini bersifat darurat sambil menunggu langkah perbaikan lebih lanjut,” terang Suyasa.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor dan banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Buleleng mulai meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. “Khusus bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan atau di sekitar tebing, agar memperhatikan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau rembesan air,” pungkasnya.7 mzk
Komentar