nusabali

Belasan Ogoh-ogoh Mini ‘Tarung Bebas’, Curi Perhatian Wisatawan

  • www.nusabali.com-belasan-ogoh-ogoh-mini-tarung-bebas-curi-perhatian-wisatawan

MANGUPURA, NusaBali - Belasan ogoh-ogoh mini dengan berbagai rupa Bhuta Kala, tokoh pewayangan, hingga sosok sakti tampak ‘bertarung bebas’ di area terbuka Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung pada Jumat (31/10).

Karya-karya mungil penuh detail itu diperlihatkan kepada wisatawan yang memadati lokasi lomba.

Ketua ST Yowana Pratyaksa, I Putu Indra Pradnya Septiana, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat kolaborasi antara pihak sekaa teruna dan pengelola kawasan. “Tujuan kami sederhana ingin memperluas relasi dan memberi wadah bagi anak-anak muda agar bisa berkarya bersama. Tahun ini kami usung konsep tarung bebas, artinya semua peserta anak-anak maupun dewasa bisa ikut beradu kreativitas,” ujarnya ditemui di lokasi pada Jumat (31/10) siang.

Dari total 19 peserta yang terdaftar, hanya 14 yang akhirnya tampil karena cuaca sempat kurang bersahabat. Namun hal itu tak mengurangi semangat para peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Badung, Gianyar, Klungkung, hingga Karangasem.

Dari pantauan di lapangan, setiap karya membawa ciri khas tersendiri. Ada yang menonjolkan karakter Bhuta Kala dalam bentuk menakutkan, ada pula yang mengangkat sosok pewayangan dengan sentuhan modern. Tidak sedikit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, berhenti untuk mengamati serta mengambil gambar ogoh-ogoh mini tersebut.

“Dari pagi lumayan cukup antusias. Kebanyakan juga dari wisatawan lokal ada yang bertanya-tanya kalau ternyata ada ogoh-ogoh versi mininya. Saat proses penilaian tadi banyak juga wisatawan asing yang melihat ini. Sempat juga ada tawaran ingin membeli karena karyanya mungkin terlihat bagus,” kata Indra.

Dia menambahkan, selain memperkaya agenda seni di kawasan wisata, kegiatan semacam ini juga memberi ruang bagi kreativitas generasi muda Bali untuk tampil di panggung terbuka yang disaksikan ribuan pengunjung. Dia pun berharap lomba ogoh-ogoh mini seperti ini dapat menjadi agenda tahunan.

“Ini baru pertama kali kami gelar. Harapannya tahun depan bisa berlanjut dan menjadi kegiatan rutin yang mempertemukan penggiat seni dari berbagai daerah,” harap Indra. 7 ol3

Komentar