Komisi VII DPR RI Dorong Bangun Dermaga Plengsengan
AMLAPURA, NusaBali - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, mendorong pemerintah membangun dermaga plengsengan untuk melengkapi dua dermaga di Pelabuhan Padangbai. Sebab jika cuaca ekstrem tiba makan akan terjadi antrean penumpang cukup padat hingga akan kesulitan memberikan pelayanan.
"Dermaga plengsengan agar dibangun di awal tahun 2026, dan tahun itu langsung bisa dioperasikan. Saya sudah bicara dengan Direktur PT ASDP Indonesia Ferry Pusat, dan Kementerian Perhubungan," jelas Bambang Haryo Soekartono saat kunjungan kerja di Pelabuhan Padangbai, Banjar Melanting, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Jumat (31/10).
Anggota Komisi VII DPR RI diterima di ruang kerja PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Pelabuhan Penyeberangan Padangbai, hadir Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar Pelabuhan Penyeberangan Padangbai Andri Matte, Kepala Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Padangbai I Ketut Mulyana, Kepala BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Satuan Pelayanan Padangbai I Ketut Sugiartono, Wapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai AKP I Nyoman Sempiar, Kadis Perhubungan Karangasem Tjokorda Made Surya Darma dan undangan lainnya.
Awalnya Kepala Kantor KSOP I Ketut Mulyana memaparkan, kendala selama ini dihadapi, di saat cuaca ekstrem penyeberangan terhambat, sehingga terjadi antrean, terlebih lagi terjadi ombak pantai. "Kalau terjadi ombak pantai, Dermaga II tidak dioperasikan," katanya. Guna mengantisipasi ombak pantai lanjut I Ketut Mulyana, kapal dioperasikan dengan jumlah terbatas, sehingga menimbulkan antrean.
Selanjutnya Manager PT ASDP Indonesia Ferry Andri Matte, menegaskan pentingnya membangun dermaga lagi, antisipasi saat terjadi cuaca ekstrem, terutama ombak pantai. "Perlunya ada satu tambahan dermaga, jika terjadi cuaca ekstrem, pelayanan bisa jalan terus," jelas Andri Matte.
Dari masukan itulah, anggota Komisi VII Bambang Haryo Soekartono mendorong untuk dibangun kembali satu dermaga. "Paling tidak dermaga plengsengan, sehingga jika terjadi ombak pantai, pelayanan masih normal," jelasnya.
Saat itu juga dia berkoordinasi dengan Direktur PT ASDP Indonesia Ferry Pusat, dan pihak Kementerian Perhubungan melalui sambungan telepon, agar pembangunan Dermaga III, bisa secepatnya terwujud. "Paling tidak pembangunannya mulai di awal tahun 2026, selanjutnya di saat arus mudik lebaran bisa dimanfaatkan," tambahnya.
Mengenai FS dan DED (Feasibility Study dan Detail Engineering Design) katanya telah dihitung pihak PT ASDP Indonesia Ferry. "FS dan DID telah dihitung, tinggal anggarannya Rp 50 miliar, pembangunan bisa langsung dikerjakan," tambahnya.
Selanjutnya anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra itu meninjau lokasi yang akan dibangun dermaga plengsengan. k16
Komentar