nusabali

Karya Inovasi Siswa SMAN 1 Penebel, Tabanan, Bisa Ubah Air Hujan Jadi Sumber Air Bersih

Menang Lomba Tirtanovasi, Tower Tandon Ganda Jadi Contoh Konservasi Air

  • www.nusabali.com-karya-inovasi-siswa-sman-1-penebel-tabanan-bisa-ubah-air-hujan-jadi-sumber-air-bersih

Berdasarkan uji dari Puskesmas setempat, hasil pH air dari Tower Tandon Ganda mencapai angka 7 yang berarti sudah cukup bersih untuk kebutuhan umum

TABANAN, NusaBali
Inovasi ramah lingkungan lahir dari tangan dingin siswa SMAN 1 Penebel, Kabupaten Tabanan. Melalui ide sederhana namun berdampak besar, mereka berhasil mengubah air hujan menjadi sumber air bersih dengan sistem Tower Tandon Ganda yang kini menjadi salah satu sarana konservasi air di lingkungan sekolah.

Gagasan ini dicetuskan oleh Putu Krishna Jaya Mahendra,17, siswa kelas XII/5 SMAN 1 Penebel, dan menjadi pemenang Lomba Tirtanovasi tahun 2024, sebuah program dari Bali Water Protection (BWP) yang dijalankan oleh LSM IDEP Selaras Alam. Setelah proposalnya keluar sebagai pemenang, IDEP memberikan dukungan dana hibah sebesar Rp 6 juta untuk pembangunan sistem tersebut. “Manfaatnya untuk memfilter air hujan agar bisa dimanfaatkan untuk cuci tangan, menyiram tanaman, dan sarana kebersihan seperti toilet,” jelas Krishna saat ditemui di sekolahnya, Kamis (30/10).

Air hujan yang ditampung disaring melalui dua tandon berkapasitas 250 liter, menggunakan lapisan arang, pasir, dan kerikil sebelum dialirkan ke titik-titik pemanfaatan. Berdasarkan uji dari Puskesmas setempat, hasil pH air mencapai angka 7 yang berarti sudah cukup bersih untuk kebutuhan umum. “Kalau mau diminum tetap harus dimasak dulu,” tambah putra dari pasangan I Wayan Semarajaya dan Komang Yuli Susanti ini. Sistem ini juga tergolong mudah dirawat. 

“Cukup dibersihkan setiap tiga bulan sekali,” ujar Pengurus OSIS dan Pramuka SMA Negeri 1 Penebel ini. Kini, hasil air filtrasi juga dialirkan untuk kebutuhan nursery tanaman sekolah, sekaligus mendukung kegiatan penghijauan di lingkungan SMAN 1 Penebel. Selain sistem tower ganda, sekolah ini juga mendapatkan bantuan sumur imbuhan dari IDEP. Sumur berdiameter 1,5 meter dengan kedalaman 3 meter tersebut berfungsi menampung air hujan di titik terendah sekolah dan mengembalikannya ke tanah. Guru pembina Siswa Pecinta Alam (Sispala) SMAN 1 Penebel, Putu Adi Adnyana Negara mengatakan program konservasi ini tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan siswa.

Putu Krishna Jaya Mahendra saat menjelaskan Tower Tandon Ganda yang ada di sekolahnya, Kamis (30/10). -IST 

“Sumur ini menjadi sarana penyaringan alami dan konservasi air. Kami berharap kerja sama dengan IDEP terus berlanjut, apalagi salah satu siswa kami juga mendapat beasiswa dari IDEP karena konsisten di bidang lingkungan,” ujarnya. 

Sementara itu, Media and Communication Officer IDEP Foundation, Nicolaus Sulistiyo, menambahkan, publikasi kegiatan seperti ini diharapkan bisa memantik sekolah-sekolah lain untuk ikut menjaga lingkungan dan berinovasi dalam konservasi air. 

“Program Tirtanovasi ini kami rancang agar sekolah tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi menjadi pelaku langsung dalam upaya pelestarian air,” katanya. Direktur Eksekutif IDEP Selaras Alam, Muchamad Awal, menegaskan bahwa program tersebut dikembangkan dengan pendekatan bottom-up dan partisipatif. “Kami ingin menjadikan sekolah dan masyarakat sebagai subjek dan agen perubahan dalam menyelesaikan persoalan air. Bukan menggantikan peran negara, tetapi mempercepat penyelesaian masalah dengan menunjukkan potensi inovasi lokal,” ujarnya. Dengan sistem sederhana, SMAN 1 Penebel kini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan di dunia pendidikan. 7 mao

Komentar