Debat Terbuka Pilrek UNHI Denpasar, Tiga Kandidat Berebut Kursi Rektor
Proses Disebut Transparan dan Demokratis, Hasil Akhir Diumumkan 6 November
DENPASAR, NusaBali.com – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar periode 2026–2030 memasuki tahap debat terbuka yang mempertemukan tiga kandidat, yakni Dr. Ir. Komang Gede Santhyasa, ST., MT., Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, SE., M.Si., dan Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si.
Debat digelar di Aula Taman Asoka UNHI, Kamis (30/10/2025), dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube UNHI, sehingga bisa diakses sivitas akademika dan masyarakat luas. Acara ini dihadiri Senat, Panitia Seleksi (Pansel), dosen, mahasiswa, serta jajaran Yayasan Pendidikan Widya Kerti.
Ketua Senat sekaligus anggota Pansel Pilrek UNHI, Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH., M.Hum., menyebut pemilihan kali ini sebagai yang paling demokratis sepanjang 34 tahun dirinya mengabdi di kampus umat tersebut.
“Debat terbuka ini adalah bagian dari proses panjang penjaringan rektor. Sebelumnya sudah dilakukan enam tahapan evaluasi oleh panitia seleksi,” jelas Prof. Gelgel.
Dari 10 bakal calon rektor, akhirnya terpilih tiga nama yang melaju ke tahap debat. Sebelumnya, para kandidat sudah memaparkan visi dan program kerja di hadapan pansel, dilanjutkan dengan sesi wawancara intensif selama 70 menit per kandidat oleh tujuh anggota pansel.
“Setelah itu kami rapat menentukan tiga calon yang tampil di debat terbuka. Masing-masing menyampaikan visi dan strategi, lalu menjawab pertanyaan acak dari pansel dan audiens,” katanya.
Nilai hasil debat akan dikompilasi dan diserahkan ke Badan Penyelenggara Yayasan Pendidikan Widya Kerti, lalu diteruskan ke Dewan Pembina Yayasan di Jakarta yang diketuai Mayjen TNI (Pur) Wisnu Bawa Tenaya.
Keputusan final dijadwalkan pada 6 November 2025, sedangkan pelantikan rektor baru akan dilakukan pada 10 Januari 2026.
Komentar