Pujawali di Pura Pucak Sari Sangeh Monkey Forest Jadi Atraksi Budaya, Wisatawan: Ini yang Saya Cari di Bali!
Sangeh Monkey Forest
Wisatawan Mancanegara
Tawur Balik Sumpah
Pura Pucak Sari
Pura Pucak Bukit Sari
Atraksi Budaya
Wisman
Wisatawan Asing
Hindu Bali
Pariwisata Budaya
MANGUPURA, NusaBali.com – Pura utama di kawasan DTW Alas Pala Sangeh, Pura Pucak Sari, sedang melaksanakan rangkaian pujawali besar. Prosesi upacara keagamaan yang dilaksanakan pun menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Sejak rangkaian upacara besar 36 tahun sekali yakni Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung, Mapadanan, dan Mapaselang Madasar Tawur Balik Sumpah Utama digelar di kawasan Sangeh Monkey Forest, kawanan kera jarang terlihat karena dievakuasi sementara. Namun, wisatawan mendapat gantinya yakni atraksi budaya dari prosesi keagamaan.
Hal ini dapat dilihat ketika upacara Tawur Balik Sumpah dilaksanakan di halaman depan hutan pala, Rabu (29/10/2025). Wisatawan yang biasanya langsung masuk ke hutan pala kini kerap berhenti menyaksikan bangunan unik yang terbuat dari kayu dan bambu menjulang berhias janur dan kain putih-kuning—tempat pelaksanaan upacara bhuta yadnya tersebut.
“Ini pertama kali saya melihat upacara, tradisi, dan ritual seperti ini, di tempat lain saya rasa tidak ada—dan ini juga kali pertama saya ke Bali,” ujar Sossio ketika ditemui NusaBali.com di sela berwisata di Sangeh Monkey Forest, Rabu siang.
Sossio datang ke Bali bersama pasangannya. Sebelum menuju Sangeh Monkey Forest di Desa Sangeh, Abiansemal, Badung, ia sempat singgah ke Pura Tanah Lot. Kata pria yang juga pengusaha properti di kota tua Conversano, Bari, Italia ini, kedatangannya ke Bali memang mencari sesuatu yang tidak ia temukan di Italia seperti budaya dan alam.
“Saya ke sini memang cari suasana yang lain, berbeda, baik itu dari segi tradisi, agamanya, budayanya, alamanya. Saya rasa tempat ini (Sangeh Monkey Forest) adalah tempat yang bisa menjawab pencarian saya itu,” tutur Sossio.
Sementara itu, Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh IB Gede Pujawan tidak menafikan pihaknya memang memanfaatkan rangkaian pujawali Pura Pucak Sari sebagai daya tarik budaya bagi wisatawan. Sebab, triwulan terakhir setiap tahun merupakan masa low season bagi objek wisata yang dirintis sejak 1969 ini.
“Kalau berpengaruh sekali kunjungan wisatawan karena ada upacara ini sih tidak karena sekarang ini tergolong low season. Tetapi, kami sudah mengundang travel agent agar datang supaya bisa melihat rangkaian upacara yang ada,” beber Pujawan ketika ditemui, Rabu pagi.
Lanjut Pujawan, kunjungan wisatawan di Sangeh Monkey Forest sekarang ini masih ‘standar’ low season yakni sekitar 800 orang per hari. Namun, jumlah kunjungan ini dapat melonjak sampai 1.500 orang atau lebih per hari ketika bertemu high season di pertengahan tahun. *rat
Hal ini dapat dilihat ketika upacara Tawur Balik Sumpah dilaksanakan di halaman depan hutan pala, Rabu (29/10/2025). Wisatawan yang biasanya langsung masuk ke hutan pala kini kerap berhenti menyaksikan bangunan unik yang terbuat dari kayu dan bambu menjulang berhias janur dan kain putih-kuning—tempat pelaksanaan upacara bhuta yadnya tersebut.
Selain itu, mantra dari Tri Sadaka turut berkumandang diiringi panca gita dan tari wali. Di sekeliling lokasi upacara tersebut, warga Desa Adat Sangeh dari lintas generasi mengenakan pakaian adat khas upacara besar sembari duduk menunggu prosesi persembahyangan. Hal ini pun jadi tontonan menarik bagi wisatawan seperti Sossio Turino, 45, asal Bari, Italia.
“Ini pertama kali saya melihat upacara, tradisi, dan ritual seperti ini, di tempat lain saya rasa tidak ada—dan ini juga kali pertama saya ke Bali,” ujar Sossio ketika ditemui NusaBali.com di sela berwisata di Sangeh Monkey Forest, Rabu siang.
Sossio datang ke Bali bersama pasangannya. Sebelum menuju Sangeh Monkey Forest di Desa Sangeh, Abiansemal, Badung, ia sempat singgah ke Pura Tanah Lot. Kata pria yang juga pengusaha properti di kota tua Conversano, Bari, Italia ini, kedatangannya ke Bali memang mencari sesuatu yang tidak ia temukan di Italia seperti budaya dan alam.
“Saya ke sini memang cari suasana yang lain, berbeda, baik itu dari segi tradisi, agamanya, budayanya, alamanya. Saya rasa tempat ini (Sangeh Monkey Forest) adalah tempat yang bisa menjawab pencarian saya itu,” tutur Sossio.
Sementara itu, Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh IB Gede Pujawan tidak menafikan pihaknya memang memanfaatkan rangkaian pujawali Pura Pucak Sari sebagai daya tarik budaya bagi wisatawan. Sebab, triwulan terakhir setiap tahun merupakan masa low season bagi objek wisata yang dirintis sejak 1969 ini.
“Kalau berpengaruh sekali kunjungan wisatawan karena ada upacara ini sih tidak karena sekarang ini tergolong low season. Tetapi, kami sudah mengundang travel agent agar datang supaya bisa melihat rangkaian upacara yang ada,” beber Pujawan ketika ditemui, Rabu pagi.
Lanjut Pujawan, kunjungan wisatawan di Sangeh Monkey Forest sekarang ini masih ‘standar’ low season yakni sekitar 800 orang per hari. Namun, jumlah kunjungan ini dapat melonjak sampai 1.500 orang atau lebih per hari ketika bertemu high season di pertengahan tahun. *rat
Komentar