nusabali

Empat Titik Bencana Terjadi Akibat Hujan di Buleleng, BPBD Imbau Warga Waspada

  • www.nusabali.com-empat-titik-bencana-terjadi-akibat-hujan-di-buleleng-bpbd-imbau-warga-waspada

SINGARAJA, NusaBali - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng pada Minggu (26/10) menimbulkan sejumlah peristiwa bencana alam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat sedikitnya ada empat titik kejadian, terdiri dari dua peristiwa pohon tumbang dan dua kejadian tanah longsor.

Meski demikian, seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan dua titik pohon tumbang terjadi di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, serta di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng.

“Untuk peristiwa pohon tumbang di Desa Gitgit terjadi pada Minggu sekitar pukul 17.25 Wita, tepatnya di kilometer 9 pertigaan Banjar Dinas Pumahan. Yang tumbang pohon jenis sandat dengan diameter 40 sentimeter,” ungkap Suyasa, dikonfirmasi Senin (27/10).

Sementara peristiwa pohon tumbang di Kelurahan Penarukan terjadi pada Senin sekitar pukul 01.00 Wita. Pohon jenis ketapang dengan diameter 60 sentimeter tersebut sempat menutup akses jalan. “Mengenai penanganannya, kami sudah kerahkan tim untuk evakuasi material pohon tumbang. Sehingga kini akses jalan sudah normal,” jelasnya.

Selain itu, dua titik tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Banjar Dinas/Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, pada Minggu sekitar pukul 17.00 Wita. Longsor tersebut merusak tembok penyengker milik warga bernama Kadek Budiarti dan Putu Ariama.

“Tembok penyengker milik Kadek Budiarti sepanjang 9 meter roboh menutupi pemedalan jalan menuju Merajan Arya Tegeh Kori, Desa Pelapuan. Kerugian mencapai Rp10 juta. Sedangkan tembok penyengker milik Putu Ariama roboh sepanjang 4 meter. Kerugian diperkirakan Rp5 juta,” sebutnya.

Lebih lanjut, Suyasa menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. BPBD Buleleng melakukan edukasi kepada masyarakat, memperkuat koordinasi lintas OPD, dan menyiapkan alat-alat evakuasi di lapangan. “Kami juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem,” tandasnya.7 mzk

Komentar