Sukses Dihelat, The Nusa Dua Festival Libatkan 500 Seniman Lokal
MANGUPURA, NusaBali - Gelaran The Nusa Dua Festival 2025 sukses menampilkan kemeriahan budaya lokal sekaligus memperkuat citra kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
Penyelenggaraan selama dua hari pada 25-26 Oktober itu menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan parade budaya yang melibatkan ratusan seniman dari tiga desa adat penyangga kawasan tersebut.
Ketua Listibiya Kecamatan Kuta Selatan, I Wayan Deddy Sumantra, menjelaskan partisipasi masyarakat setempat menjadi salah satu kunci keberhasilan acara tahun ini. Lebih 500 seniman dari 12 banjar tampil dalam parade budaya bertema Mahabharata, masing-masing berkolaborasi dengan hotel dan resort di kawasan The Nusa Dua. Konsep tersebut, kata dia, digarap juga oleh Penasehat Listibiya I Ketut Sarya AR.
Dari catatannya, Desa Adat Bualu dengan delapan banjar partisipan, mulai dari Banjar Terora berkolaborasi dengan Ayodya Resort Bali, Banjar Celuk dengan The Laguna A Luxury Collection Resort & Spa Bali, Banjar Peken dengan Club Med Bali, Banjar Penyarikan dengan Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Banjar Bale Kembar dengan Novotel Hotels & Residences Bali Nusa Dua, Banjar Pande dengan Nusa Dua Beach Hotel & Spa-Handwritten Collection, Banjar Bualu dengan Renaissance Nusa Dua, serta Banjar Mumbul dengan Grand Hyatt Bali.
Selanjutnya, Desa Adat Peminge menampilkan kolaborasi Banjar Peminge dengan Merusaka Nusa Dua dan Banjar Sawangan dengan BNDCC (Bali Nusa Dua Convention Center). Adapun Desa Adat Kampial melalui Banjar Ancak bersama The St Regis Bali Resort dan Banjar Menesa bersama The Westin Resort Nusa Dua Bali. Selain itu, Sabha Yowana Desa Adat Peminge juga turut serta dengan menggandeng Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort & Marriott Vacation Club Indonesia.
“Setiap kontingen parade mendapatkan bagian cerita berbeda-beda sesuai parwa yang digarap dengan berbagai instrumen gamelan sebagai kearifan lokal masing-masing banjar,” ujar Deddy pada Senin (27/10).
Dedy lebih lanjut mengatakan, selain parade Listibiya juga memfasilitasi berbagai pementasan dan lomba selama festival berlangsung. Mulai pentas Tari Pendet massal anak-anak SD, Tari Sekar Jepun, serta pementasan kolosal Sekaa Gong Desa Adat Bualu. Tak ketinggalan lomba penjor antar sekaa teruna dan lomba membuat topeng dari tanah liat yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Bali.
“Kami berharap ke depannya semoga event ini bisa tetap berkelanjutan dan lebih merangkul serta memberdayakan potensi lokal yang ada, terutama di kawasan Nusa Dua dan Kuta Selatan,” harapnya. 7 ol3
Komentar